Nusantaratv.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak akan mentoleransi praktik pungutan uang, pemerasan, hingga pemaksaan dalam penentuan supplier di lingkungan BGN.
Sudaryono bahkan meminta seluruh pegawai BGN untuk berani melaporkan oknum yang meminta uang maupun pihak yang melakukan tekanan terkait pengadaan dan supplier.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @sudaru_sudaryono.
Dalam video tersebut, Sudaryono secara terbuka meminta pegawai mencatat nama oknum, kronologi kejadian, serta bentuk tekanan yang mereka alami. Dia memastikan laporan tersebut akan dirahasiakan.
"Anda tulis siapa-siapa yang selama ini minta duit sama kalian. Kau tulis namanya, tulis kejadiannya. Saya beserta pimpinanmu di sini, itu kemudian memberlakukan hal-hal yang sifatnya adalah ketegasan ini," ujar Sudaryono.
Menurutnya, langkah tegas tersebut dilakukan bukan karena BGN tidak menghargai para pegawainya. Justru sebaliknya, dia ingin melindungi mayoritas pegawai yang selama ini telah bekerja dengan baik dan disiplin.
"Itu lebih karena kita lebih menyayangi orang-orang yang selama ini bekerja dengan baik yang jumlahnya jauh lebih banyak daripada oknum-oknum yang melanggar," katanya.
Sudaryono juga meminta pegawai BGN tidak lagi takut apabila mendapatkan perintah dari atasan yang dinilai tidak benar. Dia mempersilakan pegawai untuk langsung menyampaikan laporan kepadanya.
"Jadi ini memang bukan kita enggak cinta, bukan, tapi saya lebih cinta sama orang yang lebih disiplin daripada yang tidak. Jadi fokus kita di situ," tegasnya.
Sudaryono kemudian meminta pegawai mencatat setiap dugaan pelanggaran yang mereka temui, termasuk apabila ada atasan yang memberikan perintah yang dianggap tidak sesuai aturan.
"Kalau kemarin Anda misalnya ada atasan memerintahkan sesuatu yang menurut Anda enggak benar, kemarin takut-takut, sekarang Anda hentikan. Siapapun itu saya jamin Anda boleh ngadu sama saya," ujarnya.
Dia bahkan meminta pegawai menggunakan kertas untuk menuliskan identitas oknum serta kronologi kejadian. Menurut Sudaryono, laporan tersebut bersifat rahasia.
"Siapin kertas HVS apa? Ada. Ada. Ah, itu bagi semua satu-satu. Kertas HVS-nya tidak boleh kau kasih nama. Terus kemudian Anda tulis siapa-siapa yang selama ini minta duit sama kalian," lanjutnya.
Selain dugaan permintaan uang, Sudaryono juga menyoroti praktik pemaksaan dalam penentuan supplier.
Dia meminta pegawai melaporkan apabila ada pihak dari kantor pusat, atasan, maupun pihak lain yang memaksa mereka menggunakan supplier tertentu atau menjual produk tertentu.
"Orang ke kantor pusat kah atau atasanmu siapakah. Kau tulis saja. Rahasianya hanya rahasiamu dengan diriku," kata Sudaryono.
"Kemudian yang kedua, ada enggak orang misalnya maksa-maksa jadi supplier, jualan titik dan lain-lain yang menurut Anda enggak benar, kau tulis namanya, tulis kejadiannya," sambungnya.
Sudaryono menyampaikan keyakinannya mayoritas pegawai BGN bekerja dengan baik dan menjalankan tugas secara benar.
Dia juga optimistis program BGN dan Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan sukses apabila seluruh pihak bekerja sesuai aturan dan menjaga integritas.
"Nah, jadi saya meyakini Anda semua, kita semua di sini itu kerja baik. Saya meyakini itu. Saya meyakini kita bisa kerja baik. Saya meyakini kita bisa kerja benar. Saya meyakini BGN, MBG ini sukses," cetus Sudaryono.
Untuk menyaksikan tayangan lengkap "NTV Trend", silakan klik tautan di bawah ini.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh