Nusantaratv.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama 18 asosiasi pertambangan memperkenalkan agenda Minerba Convex 2026 melalui konferensi pers di Gedung Soemantri Brodjonegoro, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri pertambangan untuk memperkuat tata kelola mineral dan batu bara.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan Minerba Convex 2026.
Tri berharap agenda ini dapat memperkuat kolaborasi antara Kementerian ESDM, asosiasi pertambangan, dan para pelaku usaha.
Acara ini rencananya akan dibuka secara resmi oleh Menteri ESDM sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
"Kegiatan ini memberikan manfaat, dan negara mendukung investasi serta menciptakan aktivitas ekonomi dan juga lapangan kerja di berbagai daerah di mana industri pertambangan itu berada," ujar Tri dalam program "NTV Today" yang tayang di Nusantara TV pada Minggu (1/11/2026).
Baca Juga: Nusantara Economic Updates: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga IHSG Melemah
Sementara itu, Ketua Pelaksana Minerba Convex 2026, Catur Gunandi, menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung tema pemberdayaan masyarakat dan hilirisasi.
Forum tersebut juga akan menghadirkan puluhan narasumber dari berbagai kalangan serta pelaku industri pertambangan.
"Kami melihat 2026 sebagai kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan juga peneliti termasuk tenaga profesional serta masyarakat luas termasuk media. Kami ingin menghadirkan ruang yang memungkinkan berbagai pihak untuk bisa menyampaikan pandangan dan membahas tantangan yang dihadapi industri," jelas Catur.
Minerba Convex 2026 dijadwalkan berlangsung pada 2-3 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Sejumlah isu strategis akan menjadi pembahasan, mulai dari pengembangan industri pertambangan, investasi, hilirisasi, hingga keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat industri pertambangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah lingkar tambang.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh