Nusantaratv.com- Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Marthinus Hukom mengatakan perlu dilakukan sebuah operasi intelijen yang komprehensif sebelum membongkar jaringan narkoba.
Keterangan itu disampaikan oleh Marthinus Hukom sebagaimana tayangan NTV Prime, Nusantara TV, Senin (26/10/2026).
“Sebenarnya yang menjadi kekuatan penegak hukum adalah informasi intelijen. Dia mampu memetakan waktu, tempat, aktor, kemudian termasuk di dalamnya adalah SIL (Screening, Intervention, and Referral) tadi, siapa yang menguntungkan buat dia di situ. Lalu kemudian ada semacam apa ya kekuatan-kekuatan finansialnya,” ucap Marthinus.
“Lalu siapa yang mendukung pemerintah atau mendukung aparat di situ. Jadi kita melakukan sebuah operasi intelijen yang komprehensif sebelum kita melakukan penegakan hukum. Sehingga penegakan hukum itu tidak semata-mata sebagai datang menyiram air, tapi datang membawa solusi.”
Marthinus menekankan, di dalam pemberantasan narkoba tidak kalah penting adalah melakukan seleksi untuk tim yang akan dipilih atau diturunkan.
“Kita harus betul-betul seleksi tim yang akan dipilih dan tim yang akan diturunkan analis dan tim pemukul ini adalah dua kekuatan kita. Menganalisa informasi dan memukul para sindikat ini,”
“Jadi, dua ini adalah kerja sama yang bagus supaya si pemukul ini, dia turun itu sudah membawa sebuah informasi yang betul-betul valid dengan berbagai pendekatan tadi, waktu, tempat, orang. Jangan sampai tidak ada orang di situ kita masuk. Kalau kita masuk tidak ada orang ya itu sama aja kita gagal melakukan sebuah pemetaan intelijen.”




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh