Ngeri! Serangan Siber Rusia Targetkan Lebih Banyak Negara dan Lembaga Pemerintah

Nusantaratv.com - 08/10/2021 13:29

Ilustrasi serangan siber. (Medcom.id)
Ilustrasi serangan siber. (Medcom.id)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Para peretas (hacker) semakin agresif dan lebih sukses dalam melancarkan serangannya terhadap Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lainnya.

Hal itu disebutkan dalam laporan terbaru yang dirilis Microsoft, seperti dikutip dari VOA News, Jumat (8/10/2021). Laporan Pertahanan Digital Microsoft 2021 memperingatkan terkait hal yang mereka sebut sebagai 'Aktor Rusia' yang bertanggung jawab terhadap 58 persen serangan yang terjadi di dunia maya di seluruh dunia, di mana para peretas tersebut sukses melancarkan satu dari setiap tiga kali upaya penyerangan yang dilancarkan.

"Kelompok aktivitas yang berbasis di Rusia telah memperkuat posisi mereka sebagai ancaman yang kuat terhadap ekosistem digital global," demikian kata laporan itu.

Laporan tersebut juga menyebutkan para 'Aktor Rusia' itu kini semakin mampu menyesuaikan diri dan semakin terampil dalam menggunakan open source tools yang membuat mereka semakin sulit untuk terdeteksi. Microsoft menyebutkan negara-negara yang menjadi target para peretas Rusia yang paling sering adalah AS, diikuti oleh Ukraina dan Inggris.

Para peretas tersebut kini berfokus pada pengumpulan data intelijen dan lebih dari setengah serangan yang dilancarkan oleh Rusia itu kini menyasar instansi yang terlibat dengan program kebijakan luar negeri, keamanan nasional, atau pertahanan. 

Jumlah serangan terhadap bidang tersebut meningkat dari hanya sekitar 3 persen pada tahun lalu. Menurut Microsoft, setelah Rusia, serangan siber yang terbesar lainnya berasal dari Korea Utara (Korut), Iran, dan China.

Target utama Korut adalah perusahaan cryptocurrency, sementara Iran meningkatkan serangannya terhadap Israel karena ketegangan antara kedua negara yang terus meningkat.

Sementera itu, China juga aktif, memfokuskan sebagian besar upaya sibernya pada pengumpulan intelijen. Microsoft mengatakan sebagian besar upaya Beijing, melalui aktor ancaman yang disebut Chromium, berfokus pada pengumpulan intelijen sosial, ekonomi dan politik dari India, Malaysia, Mongolia, Pakistan, dan Thailand.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in