Nah Lo! Pakar Akui Covid-19 Mungkin Tidak Akan Pernah Bisa Dibasmi

Nusantaratv.com - 14/10/2021 10:27

Ilustrasi Covid-19. (Orissapost)
Ilustrasi Covid-19. (Orissapost)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pakar penyakit menular Amerika Serikat (AS) Anthony Fauci mengakui Covid-19 (virus corona) mungkin tidak akan pernah bisa dibasmi. Menurutnya, sebagian besar dunia tetap berada dalam fase pandemi Covid-19.

Dikutip dari VOA News, Kamis (14/10/2021), Fauci, yang juga penasihat Presiden AS Joe Biden sekaligus Direktur Penyakit Menular di Institut Kesehatan dan Penyakit Menular Nasional, memberikan penilaian itu selama pengarahan Gedung Putih tentang pandemi.

"Akan sangat sulit, setidaknya di masa mendatang dan mungkin selamanya, untuk benar-benar memberantas virus yang sangat menular ini," ujar Fauci.

Guna menempatkan pertempuran melawan virus corona dalam perspektif, kata Fauci, hanya ada satu penyakit yang merupakan penyakit manusia yang telah diberantas dan itu adalah cacar.

Baca Juga: Rusia Uji Coba Vaksin Covid-19 Dalam Bentuk Semprotan Hidung

Dia mengatakan sebagian besar dunia masih dalam beberapa aspek dalam fase pandemi Covid-19, tetapi saat ini melihat penurunan percepatan dari kasus-kasus baru.

Fauci mengatakan para ahli perawatan kesehatan mencari tingkat pengendalian virus yang memungkinkan kita pada dasarnya dapat mendekati jenis normal yang kita semua dambakan.

Dia juga menekankan jika tingkat kontrol yang memadai bisa dicapai melalui vaksinasi yang pada akhirnya diharapkan akan menurunkan kasus harian baru menjadi kurang dari 10.000.

Fauci mencatat AS masih memiliki sekitar 66 juta orang yang memenuhi syarat untuk divaksinasi yang masih belum divaksinasi. "Kami sedang menghadapi situasi di mana kita memiliki virus yang sangat mudah menular dan dengan dinamika virus mencapai 80 hingga 90.000 kasus per hari. Itu bukan yang kita inginkan," imbuhnya.

Pusat Sumber Daya Coronavirus Universitas Johns Hopkins menyebutkan AS tetap menjadi yang teratas di dunia dengan 717.000 kematian akibat Covid-19, dan dalam infeksi baru, dengan hampir 44,6 juta.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in