Musim Haji Telah Tiba, Berikut 5 Cara Menjadi Haji Mabrur

Nusantaratv.com - 18/06/2022 20:11

Jamaah haji sedang melaksanakan Tawaf
Jamaah haji sedang melaksanakan Tawaf

Penulis: Armansyah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Ibadah Haji merupakan rukun islam yang kelima wajib dilaksanakan bagi umat muslim terutama bagi yang mampu.

Adapun dalil yang mewajibkan ibadah haji terdapat dalam surat Ali Imran ayat 97 yang artinya :

“Menunaikan haji adalah kewajiban manusia kepada Allah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke Baitullah.”

Pemerintah Indonesia kembali memberangkatkan jemaah haji ke mekkah setelah dua tahun tertunda karena pandemi. Jadwal kegiatan haji 2022 untuk jemaah asal tanah air telah dimulai sejak awal Juni. 

Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag) RI, sebanyak 92.825 jemaah haji asal Indonesia akan diberangkatkan ke Arab Saudi pada tahun ini. Puluhan ribu jemaah itu akan berangkat dari 13 embarkasi haji, dengan 241 penerbangan (flight).

Syarat untuk melaksanakan ibadah haji adalah, tentu beragama Islam, berakal sehat jasmani, baligh, merdeka, mampu secara fiancial.

Sedangkan rukun haji ada perbedaan pendapat dari empat mazhab, berikut rukun menunaikan ibadah haji menurut empat mazhab.

Mazhab Syafi’i : Wukuf di Arafah, tawaf ifadhah, sa’i, tahalul dan tertib.

Mazhab maliki dan Hambali memiliki persamaan yakni, Ihram, Wukuf di Arafah, tawaf Ifadhah dan Sa’i.

Sedangkan untuk mazhab Hambali hanya dua rukun haji yang harus dijalankan yakni, Wukuf di Arafah dan Tawaf Ifadha.

Apa saja Keutaman ibadah Haji.

1.Ibadah haji memiliki amalan paling utama, dalam sebuah hadis dari Abu Hurayrah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Apa amalan yang paling utama?” Beliau menjawab, “Beriman kepada Allah.”
Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “jihad dijalan Allah.” Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Rasullallah. (H.R Bukhari no 1519)”

2.Dijamin masuk surga jika hajinya mabrur
Dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah ibn Mas’ud, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Iringilah haji dengan umrah, karena keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa laksana api yang menyala-nyala mencairkan besi, emas, serta perak, dan tiada pahala untuk haji yang mabrur selain surga.” (HR. al-Tirmizi serta disahihkan oleh al-Nasa’i dan Ibn Majah)

3.Doanya akan terkabulkan karena sebagai tamu Allah Subhanahu Wata’ala.
Karena orang yang melaksanakan ibadah haji itu sebagai tamu Allah, maka setiap doanya akan terkabulkan.

Ibnu Umar, dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda yang artinya :

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)”

Cara supaya menjadi haji yang mabrur.

Bagi Anda yang sudah atau akan melaksanakan ibadah haji tentu ingin ibadah Anda diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala, sehingga amalannya tidak sia-sia.

Oleh karena itu, Anda harus tahu cara menjadi haji yang mabrur, berikut poin-poin yang harus diperhatikan supaya menjadi haji mabrur.

1.Niatkan hati dengan ikhlas menjalankan ibadah haji hanya karena Allah semata, jangan melaksanakan haji hanya karena ingin dihormati atau disegani oleh orang lain.

Dengan niat tulus tujuannya untuk beribadah kepada Allah, insyaallah akan dipermudah jalannya oleh Allah.

2.Gunakan uang yang halal, uang yang bukan dari riba atau didapatkan karena berjudi atau menipu apalagi hasil korupsi.

Dengan menggunakan harta yang halal, Allah akan meridhoi segala niat tulus Anda, baik itu untuk urusan ibadah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

3.Menjalankan ibadah haji sesuai dengan syariat islam, baik itu haji, wajib haji dan sunnah haji.

Melaksanakan ibadah haji yang dimaksud sesuai dengan syraiat islam, menjalankan ibadah haji di waktu yang sudah ditentukan bukan karena karangan sendiri atau dibuat-buat.

4.Selama menjalankan ibadah haji, jangan pernah mengeluarkan kata-kata kotor, berbuat dosa, bertengkar dan perbuatan yang dilarang oleh agama islam.

5.Setelah pulang dari tanah suci tingkatkan kualitas ibadah, dengan bertutur kata yang baik, selalu berbuat kebaikan pada siapapun, dan memperbanyak ibadah sunnah.

Perlu diketahui, menjalankan ibadah haji bukan hanya sekadar mencari gelar haji melainkan kita sebagai hamba Allah wajib menjaga kesucian haji yang sudah kita lakukan.

Hal terpenting ciri haji kita diterima (mabrur) atau tidak, bisa dilihat dari bagaimana tindak perilaku kita sebagai orang yang sudah melaksanakan haji sekembalinya ke tanah air.

Sumber: mediajabodetabek.pikiran-rakyat.com

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in