METI Dukung Target 75% Energi Terbarukan dalam RUPTL 2025-2034: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Energi Hijau Nasional

METI Dukung Target 75% Energi Terbarukan dalam RUPTL 2025-2034: Langkah Strategis Menuju Masa Depan Energi Hijau Nasional

Nusantaratv.com - 01 Februari 2026

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Zulfan Zahar.
Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Zulfan Zahar.

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Bandung, Jawa Barat, untuk menegaskan komitmennya mendukung transisi energi di Indonesia. 

Dalam pertemuan tersebut, METI menekankan pentingnya kepastian kebijakan dan kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih berkelanjutan.

Ketua Umum METI, Zulfan Zahar, menegaskan transisi energi bukan hanya soal mengurangi penggunaan pembangkit listrik berbasis fosil. 

Lebih dari itu, proses ini juga bertujuan memastikan stabilitas pasokan listrik melalui ekosistem investasi yang mendukung, serta membuka peluang besar bagi energi terbarukan.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik baru sebesar 69,5 Gigawatt (GW). 

Dari jumlah tersebut, 75% diharapkan berasal dari energi terbarukan. Hal ini menunjukkan komitmen besar untuk mempercepat peralihan ke energi hijau yang lebih ramah lingkungan.

METI sangat berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam proses transisi energi.

Untuk mendukung pencapaian target ambisius ini, METI mengusung berbagai program strategis. Di antaranya adalah peta jalan pengembangan 100 GW energi terbarukan serta program AFJET (Access to Finance for Just Energy Transition), yang bertujuan mempermudah pendanaan untuk proyek-proyek energi hijau. 

Langkah ini juga selaras dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan memperkuat kebijakan energi hijau di Indonesia.

"Pada Rakernas kali ini, METI sangat berkomitmen untuk mendukung program pemerintah, khususnya dalam proses transisi energi. Kami juga ingin mengaitkan transisi energi ini dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang bertujuan untuk mencapai 8% pertumbuhan ekonomi. Kami berharap salah satu program yang dapat mempercepat pencapaian target tersebut adalah transisi energi," ujar Zulfan Zahar.

"Oleh karena itu, kami ingin berkolaborasi dalam mengawal proses transisi energi bersama METI, dan Rakernas kali ini bertujuan untuk menyusun program-program yang memungkinkan METI bekerja sama dengan pemerintah guna mempercepat pencapaian 8% pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.  

Tidak hanya fokus pada program kebijakan dan teknis, METI juga meluncurkan METI Energi Muda sebagai wadah untuk melibatkan generasi muda dalam sektor energi terbarukan. 

Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja hijau dan mempersiapkan para pemuda untuk menjadi pemimpin masa depan dalam industri energi terbarukan.

Dengan langkah strategis ini, METI berharap Indonesia dapat mengurangi dampak transisi energi sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional secara berkelanjutan.

Wakil Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Hokkop Situngkir.

"Menarik banget ya, sekarang ini anak-anak muda banyak banget yang terjun ke bisnis energi terbarukan. Bahkan, banyak startup UMKM yang bergerak di bidang ini. Seperti saya misalnya di Bioenergi - Biomassa. Kebetulan saya di PLN, sebagai direktur Bioenergi - Biomassa. Saat ini banyak pemain muda di industri ini, dengan usia rata-rata 20 hingga 30 tahun," kata Wakil Ketua Umum METI, Hokkop Situngkir.  

"Jadi, sebenarnya sektor ini sudah banyak digerakkan oleh milenial dan Gen Z. Mereka sudah jadi direktur dan pelaku pasar utama. Itulah kenapa kami fokus menyasar universitas, karena kami ingin mempersiapkan generasi muda lebih dini, mengingat merekalah yang akan langsung terlibat dalam pengembangan energi terbarukan ke depan," tambahnya. 

Dalam Rakernas pertama ini, METI juga melantik 98 pengurus harian dengan delapan bidang yang masing-masing dipimpin oleh ketua dan diisi oleh 59 anggota di bidang terkait. 

Tiga Direktur Nusantara TV, Randy Monthonaro Tampubolon, Dimpos Giarto Valentino Tampubolon, dan Tommy William Tampubolon, juga dilantik sebagai pengurus pusat METI, menandakan semakin kuatnya dukungan sektor media dalam memajukan transisi energi di Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmennya, METI berharap Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memperkuat kedaulatan energi nasional melalui energi terbarukan yang berkelanjutan.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close