Nusantaratv.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dimana pemerintah terus mempercepat program hilirisasi perkebunan rakyat yang mencakup lahan seluas sekitar 870 ribu hektare di berbagai wilayah Indonesia.
Laporan tersebut disampaikan Amran usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurutnya, percepatan hilirisasi dilakukan bersamaan dengan program pengembangan dan penanaman berbagai komoditas perkebunan strategis.
"Perkebunan kita hilirisasi. Kami bersama teman-teman semua, bersama BUMN Pangan kita melakukan akselerasi. Akselerasi hilirisasi dan tanam. Tanam kakao, kopi, mente, kelapa dan tebu," ujar Amran.
Dia menjelaskan, program tersebut telah mulai dijalankan sejak 2025 dan akan terus dilanjutkan hingga 2027.
Selain meningkatkan produksi komoditas perkebunan, pemerintah juga berupaya memperkuat rantai nilai melalui pembangunan industri pengolahan di dekat sentra produksi.
Amran menyebut total luas areal yang masuk dalam program perkebunan rakyat mencapai sekitar 870 ribu hektare.
Program itu diperuntukkan bagi petani di berbagai daerah, termasuk kawasan timur Indonesia seperti Papua.
Pada sektor hilirisasi, pemerintah juga terus membangun fasilitas pengolahan komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani.
Untuk komoditas kelapa, satu fasilitas hilirisasi telah berdiri di Maluku Utara, sementara pembangunan serupa juga berlangsung di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Indragiri Hilir, Riau.
Menurut Amran, percepatan hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menciptakan peluang kerja baru di daerah-daerah sentra perkebunan.
"Hilirisasi dipercepat dan Insya Allah, sektor perkebunan yang tadi 870 ribu hektar itu untuk rakyat seluruh Indonesia, untuk petani kita itu hibah dan menciptakan lapangan kerja baru," ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman. (Foto: Dok/Istimewa/Bakom RI)
Selain membahas program hilirisasi, Amran juga melaporkan perkembangan bantuan pertanian yang disalurkan pemerintah di Papua.
Pada tahun ini, nilai bantuan yang digelontorkan mencapai sekitar Rp3,2 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar Rp2 triliun.
Bantuan tersebut mencakup berbagai program, mulai dari hibah alat dan mesin pertanian, pembangunan lahan sawah baru, hingga dukungan peningkatan produktivitas pertanian bagi masyarakat setempat.
Amran mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani, khususnya di wilayah Papua.
Dia menambahkan, Presiden Prabowo memberikan arahan agar program bantuan tersebut terus dilanjutkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha pertanian.
"Kemarin saudara-saudara kita datang ada 200 orang gubernur, bupati dan petaninya datang beserta kepala dinas. Kami berikan bantuan di sana tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan bantuan ini," tukas Amran.
Pemerintah berharap percepatan hilirisasi dan pengembangan perkebunan rakyat dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional, meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Indonesia, serta memperluas kesempatan kerja dan kesejahteraan petani di berbagai daerah.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh