Menko Airlangga Perkirakan Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen pada 2022

Nusantaratv.com - 26/01/2023 14:13

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakornas PC PEN di Jakarta, Kamis (26/1/2023). (ANTARA/Sanya Dinda)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakornas PC PEN di Jakarta, Kamis (26/1/2023). (ANTARA/Sanya Dinda)

Penulis: Alber Laia

Nusantaratv.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,3 persen secara year on year pada 2022.

“Pondasi perekonomian masih kuat. Konsumsi, investasi, dan ekspor menggerakkan perekonomian nasional,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC PEN) di Jakarta, Kamis.

Pemulihan ekonomi dari dampak COVID-19 berlanjut karena kebijakan rem dan gas yang dijalankan secara responsif dan adaptif.

Sejalan dengan keberlanjutan pemulihan ekonomi, konsolidasi fiskal berjalan lebih cepat dari target perkiraan dengan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah kembali ke bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) yakni 2,38 persen dari PDB.

Pada 2022, pemerintah menganggarkan senilai Rp455,62 triliun untuk program PC PEN yang terserap sebesar 91 persen atau Rp414,5 triliun dengan fokus pemulihan konsumsi masyarakat dan investasi.

“Inflasi tetap terkendali 5,51 persen pada 2022. Ini hasil koordinasi usaha ekstra pemerintah pusat dan daerah, serta peran Kementerian Dalam Negeri juga sangat penting,” imbuhnya.

Tingkat pengangguran juga menurun menjadi 5,86 persen pada Agustus 2022, diikuti oleh penurunan kemiskinan menjadi 9,54 persen pada Maret 2022.

Adapun pada 2021, pemerintah menganggarkan Rp744 triliun untuk program PC PEN dengan fokus untuk reformasi ekonomi dan penanganan COVID-19 varian Delta yang terserap senilai 88 persen atau Rp655,1 triliun.

Di 2020 pemerintah menganggarkan Rp695,2 triliun untuk kebijakan-kebijakan luar biasa di sektor riil yang terealisasi senilai Rp575,8 triliun atau 83,2 persen.

“Adapun lessons learned dari penanganan COVID-19, di bawah satu kemudi Presiden RI, penanganan COVID-19 secara rem dan gas untuk menyeimbangkan kehidupan dan penghidupan terbukti optimal. Kita berani mengambil risiko tapi tetap terukur,” ucapnya.

Selain itu dari COVID-19 dipelajari bahwa pemerintah perlu memastikan ketersediaan dan kualitas data, berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat, dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan ketepatan sasaran program.

“Pandemi COVID-19 juga melahirkan inovasi seperti pembuatan Vaksin Merah Putih,” katanya.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in