Mengenal Sosok Slamet Riyadi, Tokoh Pahlawan Peristiwa Serangan Umum Surakarta

Nusantaratv.com - 10/08/2022 10:45

Pahlawan nasional Brigadir Jenderal Ignatius Slamet Riyadi. (Wikipedia)
Pahlawan nasional Brigadir Jenderal Ignatius Slamet Riyadi. (Wikipedia)

Penulis: Tri Budi Purnomo

Nusantaratv.com - Bulan Agustus, identik dengan suasana perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejak 1 Agustus, halaman rumah warga sudah meriah dengan semarak pemasangan bendera merah putih juga umbul-umbul.

Siapa pun tahu, bulan Agustus merupakan waktu di mana Indonesia memperoleh kemerdekaannya dari belenggu penjajahan yang bertahun-tahun mendiami Bumi Pertiwi. Tapi, sangat jarang warga Indonesia yang hafal dan tahu tentang sosok pahlawan kemerdekaan.

Salah satunya Brigadir Jenderal Ignatius Slamet Riyadi atau yang lebih dikenal dengan Slamet Riyadi. Dia merupakan sosok pahlawan kemerdekaan yang berasal dari Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng). 

Slamet Riyadi menimba ilmu di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) pada 1940 dan kemudian ke MULO Afd B. Setelah selesai, dia lanjut mengenyam pendidikan di Pendidikan Sekolah Pelayaran Tinggi (SPT) hingga meraih sebuah ijazah navigasi laut setelah menjadi lulusan peringkat pertama dengan nilai terbaik. 

Atas prestasi yang berhasil dia torehkan, Slamet Riyadi kemudian menjadi navigator kapal kayu yang berlayar antar pulau di Nusantara. Ketika pasukan Jepang yang berniat menginvasi Indonesia telah mendarat di Merak, Indramayu, dan Rembang pada 1 Maret 1942, mereka mendapatkan perlawanan dari pasukan Hindia-Belanda. 

Namun, kekuatan pasukan Jepang yang lebih dari 100.000 orang dengan dipersenjatai peralatan tempur canggih tidak mampu dibendung oleh pasukan Hindia-Belanda hingga akhirnya Solo berhasil dikuasai Jepang pada 5 Maret 1942. 

Tak hanya Solo, bahkan kedigdayaan Jogjakarta akhirnya jatuh di tangan Jepang dengan mudah. Oleh karena invasi dan perlakuan Jepang yang melahirkan kesengsaraan bagi bangsa Indonesia, Slamet Riyadi mulai terpanggil hatinya dan menjadi awal kiprah patrotismenya. 

Patung pahlawan nasional Brigadir Jenderal Ignatius Slamet Riyadi. (Pemerintah Kota Surakarta) 

Slamet Riyadi lahir pada 26 Juli 1927 di Kampung Danukusuman, Kota Surakarta. Dia merupakan sosok pahlawan yang menjadi tokoh utama dalam Peristiwa Serangan Umum Surakarta. 

Slamet Riyadi memimpin tentara Indonesia di Surakarta pada masa perang kemerdekaan melawan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia. Pada 1947, dia juga ikut berperang merebut Ambarawa dan Semarang dari tangan Belanda. 

Setelah sukses dalam memimpin Agresi Militer I di Jawa Tengah, Slamet Riyadi kemudian dikirim ke garis terdepan pada 10 Juli 1950 sebagai bagian dari Operasi Senopati untuk menumpas pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS). 

Dan pada perang melawan RMS tersebut yang akhirya membuat Slamet Riyadi gugur karena terkena tembakan yang menembus baju besi dan perutnya. Slamet Riyadi gugur pada 4 November 1950 di usia 23 tahun, dan kemudian dimakamkan di Ambon. Brigjen Slamet Riyadi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 9 November 2009. 

Bahkan hingga hembusan nafas terakhirnya, dia tetap menyuarakan semangat kepada anak buahnya agar tetap melanjutkan perjuangannya dalam meraih kemerdekaan Indonesia. Dalam mengenang sosok keberanian dari Brigjen Slamet Riyadi, maka nama beliau diabadikan menjadi nama di sejumlah tempat, jalan dan benda untuk menghormati jasanya. 

Salah satunya yakni dijadikan sebagai nama di sebuah jalan di Kota Solo, yaitu Jalan Slamet Riyadi. Jalan ini termasuk tipe jalan satu arah yang memanjang ke timur mulai dari Tugu Purwosari hingga Simpang Tiga Gladag.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
makam-1665067045
Ilustrasi sakit kepala-1664981074