Mengenal Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati Cacar Api

Nusantaratv.com - 24/05/2022 22:20

Ilustrasi penderita cacar api/ist
Ilustrasi penderita cacar api/ist

Penulis: Andi Faisal | Editor: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Wabah cacar monyet kini tengah mengancam dunia. Menurut laporan WHO sudah belasan negara yang 'tertular' cacar monyet'. 

Penyakit cacar ternyata banyak jenisnya. Selain cacar monyet ada juga yang dinamakan cacar api (herpes zoster). 

Cacar api merupakan infeksi virus yang menyebabkan munculnya ruam atau lepuh pada kulit yang menyakitkan. Cacar api adalah kondisi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang juga menjadi penyebab cacar air.

Ruam yang disebabkan cacar api paling sering muncul sebagai pita ruam atau lepuh di satu area tubuh. Biasanya meliputi sisi kiri atau kanan dari tubuh.

Cacar api atau herpes zoster disebabkan oleh virus varicella-zoster. Umumnya, bagi mereka yang pernah mengalami cacar air, kemungkinan bisa mengalami cacar api.

Setelah terkena cacar air, virus tidak aktif di jaringan saraf di dekat sumsum tulang belakang dan otak. Beberapa tahun kemudian virus bisa aktif kembali sebagai cacar api.

Akan tetapi, tidak semua orang yang pernah mengalami cacar air akan mengalami kondisi ini.

Penyebab pasti dari cacar api ini masih belum jelas. Tapi, itu mungkin karena penurunan kekebalan terhadap infeksi seiring bertambahnya usia. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua dan pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Perlu diketahui, virus yang menyebabkan cacar air dan cacar api bukanlah virus yang sama menyebabkan penyakit infeksi menular seksual herpes genital.

Cacar api tergolong penyakit menular. Seseorang dengan cacar api bisa menularkan penyakitnya pada siapa saja yang tidak kebal terhadap cacar air. Ini biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan luka terbuka dari ruam cacar api. Setelah terinfeksi, orang yang baru pertama kali terpapar akan terkena cacar air, bukan cacar api.

Penyakit cacar api bisa menyerang siapa pun. Adapun beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena cacar api, yakni:

-Usia di atas 50 tahun
-Memiliki penyakit tertentu, terutama penyakit yang melemahkan sistem kekebalan seperti HIV/AIDS dan kanker
-Menjalani pengobatan kanker
-Radiasi atau kemoterapi
-Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti penggunaan steroid yang berkepanjangan

Gejala cacar api yang muncul meliputi:
-Nyeri, terbakar, mati rasa, atau kesemutan
-Kepekaan terhadap sentuhan
-Ruam merah yang dimulai beberapa hari setelah rasa sakit
-Lepuh berisi cairan yang pecah dan mengeras
-Gatal

Selain itu ada juga yang merasakan gejala berikut: 
-Demam
-Sakit kepala
-Kepekaan terhadap cahaya
-Kelelahan

Gejala cacar api yang paling umum adalah muncul rasa nyeri. Bagi sebagian orang, rasa nyeri ini akan intens di beberapa lokasi. Bahkan beberapa dari mereka mengalami nyeri tanpa pernah mengalami ruam, mengutip detikcom.

Paling umum, ruam cacar api berkembang sebagai garis lepuh yang meliputi sisi kiri atau kanan tubuh. Terkadang, ruam herpes zoster terjadi di sekitar satu mata atau di satu sisi leher atau wajah.

Apakah ada obat untuk menyembuhkan cacar api?

Tidak ada obat pasti untuk cacar api. Tetapi, ini bisa diatasi dengan obat antivirus resep yang bisa untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. 

Obat-obatan tersebut yaitu:

-Asiklovir (Zovirax)
-Famciclovir
-Valasiklovir (Valtrex)

Jika cacar api atau herpes zoster berkembang menjadi parah, dokter mungkin meresepkan:
-Patch topical capsaicin (Qutenza)
-Antikonvulsan, seperti gabapentin (Neurontin)
-Antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline
-Agen mati rasa, seperti lidokain, dikirim melalui krim, gel, semprotan atau patch kulit
-Obat-obatan yang mengandung narkotika, seperti kodein
-Suntikan termasuk kortikosteroid dan anestesi lokal

Cacar api umumnya berlangsung antara 2 hingga 6 minggu. Kebanyakan orang mengalami cacar api hanya sekali, tetapi ada kemungkinan untuk mendapatkannya dua kali atau lebih.


 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in