Mendes Yandri: Program MBG Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Desa

Mendes Yandri: Program MBG Berpotensi Tingkatkan Kesejahteraan Desa

Nusantaratv.com - 17 Maret 2026

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT/am. (Antara)
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto. ANTARA/HO-Humas Kemendes PDT/am. (Antara)

Penulis: Alamsyah

Nusantaratv.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menyampaikan optimisme bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa.

"Insya Allah, kegiatan MBG ini juga punya potensi yang besar untuk menaikkan taraf hidup masyarakat desa," kata Mendes Yandri dikutip di Jakarta, Selasa 17 Maret 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan saat ia berdiskusi dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jakarta pada Senin 16 Marey 2026 malam.

Ia menilai bahwa pelaksanaan program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di desa.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan bahwa program MBG dapat meningkatkan produktivitas desa melalui pengembangan desa tematik yang berperan sebagai penyedia bahan pangan.

Konsep ini memungkinkan setiap desa mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki untuk mendukung kebutuhan program tersebut.

"Desa ayam petelur, desa jagung, desa ikan lele, ikan nila, desa ayam pedaging itu muncul sekarang melalui program ketahanan pangan yang kami programkan tahun kemarin, tahun 2025 yaitu 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan. Nah, artinya efek positif dari MBG ini sangat besar," kata mantan Wakil Ketua MPR RI itu.

Selain berdampak pada ekonomi, program MBG juga dinilai mampu membantu mengatasi persoalan kekurangan gizi yang masih terjadi di sejumlah desa.

Yandri mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat desa yang belum mendapatkan asupan gizi yang memadai dalam kehidupan sehari-hari.

"Banyak warga desa itu memang secara gizi belum layak. Mereka jarang makan telur, jarang makan ayam, jarang makan (makanan dengan) gizi yang diperlukan, asupannya kurang. Nah, dengan adanya MBG ini mereka sangat berterima kasih. Jadi, keliru kalau (ada) para pihak meminta MBG itu dihentikan, justru ini mesti kita dukung," ujarnya.

Menurutnya, respons positif dari masyarakat desa menunjukkan bahwa program MBG sangat dibutuhkan.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa upaya untuk menghentikan program tersebut tidak tepat dan justru perlu didukung bersama.

(Sumber: Antara)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close