Mendagri Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Mendagri Ajak PIKI Ambil Peran Strategis Wujudkan Indonesia Emas 2045

Nusantaratv.com - 02 Juni 2026

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berikan saat menghadiri acara Serah Terima Kepengurusan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI Masa Bakti 2026-2031 di Gereja Paulus Jakarta, Sabtu (30/5/2026). (ANTARA/HO-Kemendagri) (Antara)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berikan saat menghadiri acara Serah Terima Kepengurusan dan Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI Masa Bakti 2026-2031 di Gereja Paulus Jakarta, Sabtu (30/5/2026). (ANTARA/HO-Kemendagri) (Antara)

Penulis: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) untuk berperan aktif dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui kontribusi pemikiran, inovasi, dan gagasan yang konstruktif bagi pembangunan bangsa.

Ajakan tersebut disampaikan Tito saat menghadiri acara serah terima kepengurusan dan pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI Masa Bakti 2026–2031 yang berlangsung di Gereja Paulus, Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai status negara maju pada 2045.

"Saya termasuk posisi yang yakin bahwa itu bisa terjadi," kata Tito dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.

Menurut Tito, optimisme tersebut didukung oleh berbagai keunggulan yang dimiliki Indonesia, mulai dari kekayaan sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk yang besar, hingga posisi geografis yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia. Berbagai lembaga internasional, lanjutnya, juga memproyeksikan Indonesia sebagai salah satu negara yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi besar pada 2045.

Ia menjelaskan bahwa tidak banyak negara di dunia yang memiliki kombinasi sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja dalam jumlah besar, serta wilayah yang luas. Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki ketiga modal utama tersebut sekaligus, sehingga memiliki fondasi yang kuat untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, Tito menegaskan bahwa seluruh potensi tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, ia menilai kalangan intelektual dan cendekiawan memiliki peran penting dalam memberikan solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan nasional.

"Inilah tugas para pemikir, tugas para cendekiawan, tugas para inteligensia," ujarnya, dikutip dari Antara.

Tito juga menekankan bahwa kontribusi kelompok intelektual tidak semata-mata diukur dari jumlah anggotanya, melainkan dari kualitas gagasan serta pengaruh positif yang mampu diberikan kepada masyarakat dan negara. Ia mencontohkan sejumlah negara dengan populasi yang relatif kecil, namun mampu memberikan pengaruh besar di tingkat global berkat kualitas sumber daya manusianya yang tinggi.

"Jadi, kita harapkan dengan kemampuan inteligensia, PIKI akan memberikan sumbangsih bagi bangsa Indonesia," tuturnya.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman sekaligus Ketua Umum DPP PIKI Masa Bakti 2026–2031 Maruarar Sirait, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, serta para pejabat dan undangan lainnya.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close