Mantan Pramugari Garuda Pakai Rp647 Juta dari Eks Mantan Pegawai Pajak untuk Perawatan di Korea

Nusantaratv.com - 10/05/2022 20:19

Siwi Widi. (Detikcom)
Siwi Widi. (Detikcom)

Penulis: Maulana

Nusantaratv.com - Mantan pramugari Garuda Indonesia Siwi Widi Purwanti mengaku menerima uang Rp 647 juta dari anak mantan pegawai pajak Wawan Ridwan, M Farsha Kautsar. Hal ini diakui Siwi Widi dalam sidang kasus TPPU.

"Benar (menerima Rp 647 juta dari Farsha), waktu itu saya jadi teman dekatnya Farsha, waktu itu Farsha mengenal saya mengaku berusia 28 tahun sebagai pengusaha, bukan mahasiswa, dia mencoba mendekati saya. Dan ada obrolan di mana dia mencoba mencari perhatian pada saya dengan membayarkan sesuatu untuk saya," ujar Siwi Widi saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Siwi mengaku uang Rp 647.850.000 itu ia terima, serta dipakai untuk keperluan pribadi. Salah satunya perawatan wajah di Korea.

"Seperti BAP ibu nomor 22 (uang Rp 647 juta) untuk jalan-jalan, belanja, beli jaket merek Gucci, dan untuk perawatan kecantikan di Korea, apa benar?" tanya jaksa KPK.

"Ya, seingat saya begitu," jawab Siwi.

Siwi mengaku tak mengetahui asal-usul sumber uang Farsha yang diberikan kepadanya. Menurut dia, Farsha mempunyai usaha, tapi ia tak mengetahui secara jelas apa usaha Farsha.

"Dari uangnya sendiri," ucap Siwi Widi.

Adapun Siwi menegaskan dia sudah mengembalikan uang yang diberikan Farsha ke KPK. Uang itu diberikan kepada penyidik setelah dia mendapat panggilan dari KPK.

Dalam sidang ini, duduk sebagai terdakwa adalah mantan Kabid Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kanwil Ditjen Pajak Sulselbartra Wawan Ridwan. Wawan didakwa melakukan TPPU bersama anaknya M Farsha Kautsar.

Wawan dan anaknya disebut jaksa menyembunyikan uang dengan menempatkan uang ke sejumlah tempat. Salah satunya mentransfernya ke Siwi Widi Purwanti.

Wawan Ridwan pun didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Daerah, Raden Suhartono-1653028732
Nofi Ardiyanto-1653023219
Bima Arya-1653034334