Mantan PM Malaysia Merasa Kecewa Lantaran MIT dan Tsinghua Buka Kampus di Indonesia

Nusantaratv.com - 20/01/2022 19:05

Mantan PM Malaysia Najib Razak/ist
Mantan PM Malaysia Najib Razak/ist

Penulis: Ramses Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengungkapkan kekecewaannya terhadap rencana Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Tsinghua University akan mendirikan kampus di Indonesia, bukan di negaranya. 

"Agak kecewa dengan pengumuman bahwa MIT dari Amerika Serikat dan Universiti Tsinghua (dari China) telah memilih Indonesia dan bukan Malaysia untuk mendirikan kampus universitas bersama," kata Najib, Kamis (20/1/2022). 

Menurut Najib, Malaysia sebenarnya mampu menjadi pusat pendidikan internasional dengan pendirian universitas-universitas tersohor dari luar negeri.

Najib meyakini pendirian universitas elit mancanegara akan meningkatkan kepercayaan para siswa Malaysia. 

"Ini selaras dengan hasrat pemerintah Barisan Nasional dahulu bagi menjadikan pendidikan berkualitas sebagai landasan untuk meningkatkan SDM yang kreatif, inovatif dan berkemahiran tinggi yang akan meningkatkan daya saing negara," kata Najib.

Baca juga: Catat! Seleksi Masuk 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Dibuka Mulai Februari 2022 

Selain itu, sambung Najib, berdirinya kampus universitas-universitas internasional di Malaysia akan membuat lebih banyak warga Malaysia belajar dengan biaya yang lebih rendah. 

"Kita juga bisa menjadi pusat bagi pelajar lain dari regional Asia dan dunia untuk datang belajar di sini tanpa perlu pergi ke negara-negara lain," katanya, mengutip kompascom.

Najib lebih lanjut menyampaikan, sejalan dengan misi tersebut, ada 11 kampus universitas internasional telah didirikan di Malaysia saat dirinya menjabat sebagai menteri pendidikan dan perdana menteri yaitu Monash University, Australia di Sunway (1998); University of Nottingham, Inggris di Selangor (2000); dan Xiamen University, China di Sepang (2015). 

"Ratusan ribu anak Malaysia telah mendapat manfaat di samping menghemat biaya pendidikan mereka. Tetapi program ini, seperti telah terhenti sejak Pemilu ke-14," tukas Najib. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in