Lurah Polonia-Medan Gunakan Daun Kelor Sembuhkan Penderita Stunting

Nusantaratv.com - 25/05/2022 21:20

Daun kelor/ist
Daun kelor/ist

Penulis: Andi Faisal | Editor: Ramses Manurung

Nusantaratv.com-Selain pandemi covid-19, warga Kota Medan, Sumatera Utara juga harus menghadapi kasus stunting atau gizi buruk yang meningkat. 

Beruntung, Lurah Polonia, Hadi Wahyudi punya cara jitu untuk menangani stunting.

Hadi mendorong warganya, terkhusus bagi balita untuk mengonsumsi daun kelor dalam program Satu Rumah Satu Kelor (Sarusake).

Hadi juga memberikan bibit daun kelor kepada warga serta mengajak warga dari anak penderita stunting agar membudidayakan tanaman kelor ini di perkarangan rumahnya.

Menurut Hadi, daun kelor tersebut berkhasiat membantu balita penderita stunting untuk mendapatkan tambahan vitamin yang penting bagi tumbuh kembang anak.

"Selain memberikan makanan tambahan kepada balita penderita stunting, kami juga memberikan daun kelor kepada warga untuk dikonsumsi oleh balitanya, sebab daun kelor ini mengandung protein yang dua kali lebih banyak dari yogurt," ungkap Hadi, Rabu (25/5/2022).

"Selain itu, kandungan potasium yang tiga kali lebih banyak dari pisang, dan kandungan vitamin A empat kali lebih banyak dari wortel sehingga sangat penting untuk di konsumsi balita penderita stunting dalam memenuhi kebutuhan vitaminnya," tambahnya.

Hadi Wahyudi Harahap juga memberitahu cara pengelolaan daun kelor dengan cara diseduh.

"Salah satu cara menikmati manfaat daun kelor ini dengan cara seduhan air panas tanpa perlu dimasak sehingga vitamin yang terkandung di daun kelor tersebut tidak rusak, serta sayur hasil seduhan tersebut bisa dikonsumsi dan baik bagi kesehatan anak dan ibu hamil demi mencegah anak menderita stunting," tuturnya.

Hadi mengklaim sejak dilakukan pembagian daun kelor kepada warga penderita stunting, terjadi peningkatan penyembuhan pada balita penderita stunting.

Sebelumnya di Kelurahan Polonia ini terdapat lima orang balita penderita stunting, tapi kini hanya tinggal 3 orang balita saja.

"Alhamdulillah jumlah balita penderita stunting semakin berkurang, kini hanya tinggal 3 orang anak saja, dua anak sudah sembuh," sebut Hadi, mengutip tribunnewscom.

Hadi menjelaskan program Sarusake di Kelurahan Polonia merupakan tindaklanjut dari arahan Wali Kota Medan Bobby Nasution agar dapat mengatasi permasalahan stunting di Kota Medan.

"Inovasi ini kami hadirkan untuk mendukung program prioritas dari Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution di bidang kesehatan, karena bapak Wali Kota ingin penderita stunting berkurang di kota Medan," ujarnya.


 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in