Literasi Digital Tips Belajar Investasi Online

Nusantaratv.com - 14/08/2022 22:06

Ilustrasi Investasi Online
Ilustrasi Investasi Online

Penulis: Reynaldi | Editor: Arfa Gandhi

Nusantaratv.com - Pada awal 2022 Hootsuit dan We Are Social melaporkan jumlah pengguna internet Indonesia telah mencapai 204,7 orang atau meningkat 2,1 juta dari tahun sebelumnya.

Masifnya kemajuan teknologi ini mampu memberikan potensi resiko seperti penipuan online seperti Hoax dan Cyber Bullying, oleh karena itu peningkatan penggunaan teknologi harus di imbangi dengan peningkatan kapasitas literasi digital yang mempuni.
       
 “Survey Nasional yang dilakukan tahun lalu menemukan jika saat ini indeks literasi digital Indonesia masih berada pada angka 3,49 dari skala 5 atau masih kategori sedang belum mencapai kategori baik. Hal ini perlu terus ditingkatkan untuk membekali peningkatan kapasitas literasi digital”, ujar Dirjen APTIKA KOMINFO, Samuel Abrijani Pengerapan.
        
Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai pengemban garda terdepan dalam memimpin upaya percepatan transformasi digital bangsa Indonesia memiliki tugas sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator, dalam rangka menjalankan mandat tersebut terkait dengan pengembangan SDM Kemenkominfo bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi telah melakukan literasi digital kepada lebih dari 14,6 juta orang. Dalam perjalanannya Program #MakinCakapDigital sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 yang lalu, berfokus pada peningkatan wawasan dan kecakapan digital masyarakat Indonesia yang diukur berdasarkan 4 (empat) pilar digital, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital. “Pada tahun 2022 akan diberikan pelatihan literasi digital kepada 5,5 juta masyarakat. Kinerja literasi digital pun mulai menunjukkan peningkatan dari segi kualitas.  Peluang kecakapan digital tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal, mengingat kita memiliki potensi sumber daya manusia yang besar”, ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, dalam sambutan program Makin Cakap Digital.

Program “Indonesia Makin Cakap Digital 2022”. Program ini bertujuan untuk membangun wawasan dan pengetahuan terkait literasi digital dalam bentuk webinar (seminar dan diskusi secara online), talkshow dalam format hybrid (offline dan online), serta special event penunjang kegiatan literasi digital. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya menghentikan penyebaran berita hoaks serta dampak negatif dari penyalahgunaan internet dengan cara meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui berbagai program edukasi kecakapan literasi digital. Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk.

Selain itu dengan cakap literasi digital dapat memacu individu untuk beralih dari konsumen yang pasif menjadi produsen yang aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. Dengan literasi digital juga akan tercipta tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis serta kreatif. Anggota masyarakat tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif dan menjadi korban informasi hoaks atau korban penipuan yang berbasis digital.

Kemenkominfo bersama siberkreasi telah menyelenggarakan kegiatan webinar yang ke delapan belas di bulan Agustus untuk kelompok masyarakat / komunitas di wilayah Sumatra dengan tema “TIPS DUNIA DIGITAL:  BELAJAR INVESTASI ONLINE”. Webinar tersebut dihadiri oleh lebih dari 1.300 orang, menghadirkan narasumber Rezha Sahhilny Amran, Praktis Komunikasi dan Kehumasan; Oktora Irahadi, Ketua Divisi Kemitraan Siberkreasi; dan Aji Kresno, Ketua Program Studi Manajemen Pemasaran dan Praktisi Literasi Digital, sebagai narasumber.

Dalam webinar tersebut, Rezha Sahhilny Amran membahas mengenai tips belajar investasi online ditinjau dari perspektif cakap digital. ”Tips belajar berinvestasi yang baik dan benar. Pertama, selalu check keaslian dan legalitas tempat investasi, apakah sudah terdaftar di OJK atau belum. Kedua, jangan percaya terhadap investasi yang menjanjikan keuntungan cepat dan besar dengan mudah. Ketiga, selalu melakukan riset dan bertanya kepada pakar. Terakhir jangan ikut ikutan”, papar Reza Sahhilny Amran.

Oktora Irahadi memperkaya pembahasan tips belajar investasi online  ditinjau dari perspektif etis digital. “Di ruang digital yang luas beragam informasi dan ilmu dapat kita jumpai. Begitu juga dengan ilmu mengenai investasi. Harus diingat kemudahan dalam mendapatkan informasi ini harus tetap menanamkan nilai nilai etika agar tidak menciptakan masalah di kemudian hari. Misalnya saja selalu bertanggung jawab atas ilmu yg diterima dan tidak menggunakannya untuk menipu orang lain”, ujar Oktora Irahadi.

Aji Kresno melengkapi pembahasan mengenai tips belajar investasi onine  ditinjau dari perspektif pilar aman digital. “Terdapat bebetapa tips untuk aman berinvestasi online. Pertama, selalu terapkan prinsip 2L (legal dan logis). Kedua, cari dan pilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhan. Ketiga, selalu cek izin usaha. Terakhir, cek apakah sudah terdaftar di OJK atau belum”, papar Aji Kresno.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
Tembok roboh-1665113948
ISIS-1665111520
Tragedi Kanjuruhan-1665109117
Presiden AS Joe Biden-1665106711