Korban Banjir di Kabupaten Kupang Ditemukan Dalam Kondisi Meninggal

Nusantaratv.com - 25/11/2022 19:32

Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Jumat ( 25/11/202), sedang mengevakuasi jenasah Ahmad (53) yang meinggal setelah terseret banjir sungai Kleon Desa Tanini Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. (ANTARA/HO-Basarnas Kupang)
Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Jumat ( 25/11/202), sedang mengevakuasi jenasah Ahmad (53) yang meinggal setelah terseret banjir sungai Kleon Desa Tanini Kecamatan Takari Kabupaten Kupang. (ANTARA/HO-Basarnas Kupang)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang menemukan Ahmad (53) warga Bima Kabupaten Nusa Tenggara Barat dalam kondisi meninggal dunia setelah hilang terseret banjir di Sungai Kleon Desa Tanini Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Korban dilaporkan hilang setelah terseret banjir, pada Kamis (24/11) pukul 10.12 Wita, di Sungai Kleon Desa Tanini Kecamatan Takari. Beberapa teman korban dan warga sempat melakukan pencarian setelah peristiwa terjadi tetapi tidak membuahkan hasil," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang I Putu Sudayana di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan tim SAR yang menerima informasi dari BPBD Kabupaten Kupang langsung menurunkan tim SAR yang dipimpin Kepala Seksi Operasi dan Siaga Wita Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, Saidar Rahmanjaya untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban.

Dalam operasi pencarian hari pertama, pada Kamis (24/11), yang dilakukan tim SAR di sekitar lokasi kejadian hingga pukul 18.00 wita juga masih nihil.

Operasi pencarian dilakukan tim SAR gabungan dilanjutkan, pada Jumat (25/11), bersama masyarakat Desa Tanini dengan melakukan penyisiran sepanjang Sungai Kleon hingga ke muara sungai berhasil menemukan korban Ahmad (53) dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan tim SAR, pada pukul 12.00 Wita, dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 9°46'51.0"S - 123°54'28,6"E sehingga langsung dievakuasi ke Desa Tanini untuk diserahkan kepada pihak keluarga korban.

"Kami menghimbau agar selama terjadi cuaca buruk agar warga selalu berhati-hati, apabila terjadi banjir sebaiknya untuk tidak memaksakan diri untuk menyeberangi sungai yang dalam kondisi banjir sehingga tidak membahayakan keselamatan warga," kata I Putu Sudayana.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in