Kominfo: Akses Digital Kunci Pemulihan Ekonomi Semasa Pandemi

Nusantaratv.com - 28/09/2021 14:13

Sekjen Kominfo Mira Tayyiba. (YouTube)
Sekjen Kominfo Mira Tayyiba. (YouTube)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebut kehadiran akses digital di masa pandemi Covid-19 menjadi sangat penting. Khususnya sebagai kunci penentu kecepatan pemulihan ekonomi.

"Bagi masyarakat yang dapat mengakses dan memanfaatkan layanan digital secara produktif akan pulih lebih cepat dari mereka yang tidak dapat mengakses," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Mira Tayyiba dalam acara "Syukur dan Refleksi 20 Tahun Kominfo" yang digelar secara hybrid, Selasa (28/9/2021). 

Menurut dia, aktivitas perekonomian semasa pandemi yang membatasi mobilitas dan interaksi fisik dapat terbantu melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satunya melalui platform e-commerce.

Bank Indonesia mencatat, transaksi e-commerce Indonesia di tiga bulan pertama tahun ini mencapai 548 juta transaksi dengan nominal mencapai Rp88 triliun. Sementara transaksi sepanjang semester pertama atau enam bulan pertama mencapai Rp186,7 triliun, dan hingga akhir tahun ini transaksi diperkirakan mencapai Rp395 triliun.

Mira mengatakan, pandemi yang sudah berjalan hampir dua tahun belakangan harus disikapi dengan tepat serta cepat. Adapun salah satu potensi dampak dari pandemi yang harus segera direspons ialah paradoks digital atau digital paradox, yang menyebabkan melebarnya kesenjangan.

"Akses digital dapat memperkecil kesenjangan, kualitas layanan kesehatan dan pendidikan misalnya, diharapkan lebih merata di seluruh Indonesia dengan bantuan konsultasi jarak jauh ataupun pembelajaran jauh dengan menggunakan akses digital," tutur Mira. 

Dengan memahami kondisi itu, kata dia, Kominfo meresponnya dengan mempercepat penyediaan akses internet antara lain melalui program Base Transceiver Station (BTS), Satelit Satria, Palapa Ring Integrasi, farming dan refarming spektrum frekuensi radio, digitalisasi penyiaran, serta memperkenalkan kebijakan infrastruktur dan spektrum sharing.

“Kami juga meningkatkan literasi dan keahlian digital, baik yang membidik masyarakat luas maupun yang lebih segmented. Kami juga menjaga ruang digital agar bersih dan beretika sehingga dapat digunakan secara produktif,” jelas Mira.

Kominfo senantiasa mengkomunikasikan kebijakan dan program pemerintah ke masyarakat serta terus berusaha menciptakan ekosistem media yang sehat sebagai bentuk pemenuhan Pasal 28F Undang-Undang Dasar 1945.

Di samping itu, Kominfo juga menggunakan berbagai forum global sebagai platform memperjuangkan kepentingan dan pandangan Indonesia. Pada 1 Desember hingga satu tahun ke depan, Kominfo dipercaya untuk memimpin Digital Economy Working Group pada presidensi Indonesia di G20.

"Kami juga terus berbenah secara internal, merapikan pola pikir, memperkuat kolaborasi, dan mengasah empati. Di masa menantang seperti ini, kami Kominfo harus hadir sebagai solusi bukan sebagai bagian dari masalah," jelas Mira.

Dia mengatakan beragam prestasi yang telah ditorehkan Kominfo selama 20 tahun merupakan bagian dari wujud memperjuangkan transformasi digital di Indonesia.

"Transformasi digital bukanlah masalah teknologi semata, tapi tentang strategi, kepemimpinan, dan cara berpikir," ucapnya. 

Mira juga mengatakan bahwa momentum 20 tahun Kominfo merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi, terutama untuk mengambil langkah ke depan menjemput peluang serta menghadapi tantangan.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in