Koma Usai Ditangkap dan Dipukuli Polisi Moral Iran Gegara Jilbab, Mahsa Amini Akhirnya Meninggal

Nusantaratv.com - 17/09/2022 11:30

Mahsa Amini mengalami koma tak lama setelah ditangkap dan diduga dipukuli polisi moral Iran gegara mengenakan jilbab yang tidak pantas, membuat dia akhirnya meninggal dunia. (Al Arabiya)
Mahsa Amini mengalami koma tak lama setelah ditangkap dan diduga dipukuli polisi moral Iran gegara mengenakan jilbab yang tidak pantas, membuat dia akhirnya meninggal dunia. (Al Arabiya)

Penulis: Tri Budi Purnomo

Nusantaratv.com - Seorang wanita Iran berusia 22 tahun bernama Mahsa Amini, yang awal pekan ini mengalami koma tak lama setelah ditangkap dan diduga dipukuli polisi moral, akhirnya meninggal dunia.

Dia ditangkap polisi moral di Teheran akibat mengenakan jilbab yang tidak pantas. Amini diduga dipukuli petugas polisi moral sebelum akhirnya mengalami koma. Seperti dilaporkan Al Arabiya, Jumat (16/9/2022), Amini awal pekan ini melakukan perjalanan dari provinsi Kurdistan Iran ke Teheran untuk mengunjungi kerabatnya.

Namun, dia ditangkap oleh polisi moral Iran, yang dikenal sebagai 'Gasht-e Irsyad', karena mengenakan hijab yang tidak pantas, sebab tidak menutupi rambut seluruhnya. Polisi Iran mengatakan Amini menderita masalah jantung saat ditahan - sebuah pernyataan yang ditolak oleh para aktivis. Para aktivis itu mengatakan Amini dipukuli oleh petugas polisi moral.

"Polisi Teheran mengumumkan bahwa Mahsa Amini 'tiba-tiba menderita masalah jantung' - seolah-olah seorang wanita berusia 22 tahun mengalami serangan jantung yang menyebabkan koma dan cacat secara alami. Media Iran mempublikasikan omong kosong ini sebagai fakta," ujar aktivis hak asasi manusia (HAM) ARTICLE 19, Mahsa Alimardani, di akun Twitter resminya. 

Jilbab, yang diwajibkan bagi wanita di Iran tak lama setelah revolusi 1979 di negara itu, dianggap sebagai garis merah bagi para penguasa teokratis Iran. Wanita yang melanggar aturan berpakaian yang ketat berisiko dilecehkan dan ditangkap oleh polisi moral Iran.

Berdasarkan aturan berpakaian, wanita diwajibkan untuk menutupi rambut mereka seluruhnya di depan umum dan mengenakan pakaian yang panjang dan longgar. Kisah Amini ini telah memicu kemarahan di media sosial, baik dari dalam maupun luar Iran.

"Apa yang dikatakan pemimpin tertinggi (Ali Khamenei), yang dengan tepat mengecam polisi Amerika Serikat (AS) dalam kematian George Floyd, tentang perlakuan polisi Iran terhadap Mahsa Amini?" tanya Mahmoud Sadeghi, mantan anggota parlemen Iran, di akun Twitter pribadinya pada Jumat (16/9/2022).

Dan seorang pengguna akun Twitter @rezahajilou menunjukkan foto telinga kanan Amini terlihat berdarah ketika dia berbaring di ranjang rumah sakit. "Telinga Mahsa Amini berdarah. Kemungkinan besar, tengkoraknya patah dan telinganya berdarah karena pemukulan yang parah. Kisah serangan jantung itu bohong. Kami sedang berurusan dengan kejahatan yang mengerikan," tulis pengguna akun Twitter itu.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in