Kendaraan Niaga Dongkrak Penjualan Mobil 2026, Kadin Ungkap Penyebabnya

Kendaraan Niaga Dongkrak Penjualan Mobil 2026, Kadin Ungkap Penyebabnya

Nusantaratv.com - 12 Maret 2026

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin. (Foto: Istimewa via Tatlerasia)
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin. (Foto: Istimewa via Tatlerasia)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Pasar otomotif Indonesia menunjukkan tanda pemulihan yang semakin kuat pada awal 2026. Penjualan mobil baru kembali melonjak pada Februari 2026 setelah sempat melambat di awal tahun.

Distribusi kendaraan roda empat atau lebih dari pabrik ke diler (wholesales) tercatat menembus angka lebih dari 81 unit. Angka ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional yang mulai bangkit seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales pada Februari 2026 mencapai 81.159 unit. Jumlah ini naik signifikan sebesar 22,1% dibandingkan Januari 2026 yang hanya mencatatkan 66.472 unit.

Tidak hanya itu, penjualan ritel atau distribusi kendaraan dari diler ke konsumen juga mengalami peningkatan yang cukup kuat. Sepanjang Februari 2026, penjualan ritel mencapai 78.219 unit atau naik 16,7% dibandingkan bulan sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, performa penjualan mobil nasional juga terlihat lebih gemilang. Wholesales meningkat 12,2% dibandingkan Februari 2025 yang tercatat sebanyak 72.344 unit.

Sementara itu, penjualan ritel tumbuh 11,9% dibandingkan 69.872 unit pada Februari tahun lalu.

Secara kumulatif, selama dua bulan pertama 2026 penjualan ritel mobil nasional telah mencapai 145.228 unit. Angka ini naik sekitar 8,4% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 134.001 unit.

Menariknya, peningkatan penjualan pada Februari 2026 juga didorong oleh tren positif kendaraan niaga. Permintaan kendaraan niaga meningkat seiring meningkatnya aktivitas distribusi barang dan kebutuhan operasional bisnis.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Saleh Husin, menjelaskan momentum menjelang Ramadan dan Lebaran turut mendorong peningkatan aktivitas logistik. 

Kondisi ini, kata dia, membuat pelaku usaha di sektor logistik, ritel, hingga UMKM mulai menambah armada kendaraan operasional.

"Permintaan dari konsumen fleet atau perusahaan yang melakukan penambahan maupun peremajaan armada pada awal tahun untuk mendukung kegiatan distribusi dan operasional bisnis," ujar Saleh.

Selain itu, Saleh menambahkan, dukungan proyek pemerintah serta meningkatnya aktivitas sektor riil yang membutuhkan kendaraan untuk distribusi barang juga ikut mendongkrak penjualan kendaraan niaga.

Dia juga menilai pameran otomotif dan berbagai program promosi awal tahun turut mendorong transaksi kendaraan. 

Di sisi lain, daya beli pelaku usaha yang mulai membaik membuat banyak perusahaan kembali berinvestasi pada kendaraan operasional sejak awal tahun.

"Ditambah dengan membaiknya daya beli pelaku usaha yang mulai melakukan investasi kendaraan operasional di awal tahun," tukas Saleh.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close