Nusantaratv.com-Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama PT KAF resmi menunjuk Pemerintah Kabupaten Serang sebagai proyek percontohan nasional dalam standardisasi pengelolaan serta distribusi hewan kurban. Program tersebut diharapkan menjadi model pengelolaan kurban yang terintegrasi dan tepat sasaran di Indonesia.
Menteri Desa PDT Yandri Susanto mengatakan Kabupaten Serang dipilih karena dianggap paling siap menjalankan program kolaboratif tersebut. Penilaian dilakukan melalui pemantauan terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menerapkan sistem pengelolaan hewan kurban yang memenuhi standar nasional.
"Kita memantau mana pemerintah kabupaten yang paling siap untuk dilakukan pilot project pertama, dan terima kasih yang pertama itu adalah Pemkab Serang," kata Yandri dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut Yandri, proyek percontohan ini menerapkan pengawasan ketat pada seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan, keterlibatan juru sembelih halal bersertifikat, hingga pengawasan dokter hewan demi memastikan daging layak konsumsi. Selain itu, distribusi daging kurban diprioritaskan kepada masyarakat kelompok desil 1 hingga 3 agar bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.
Bupati Serang Ratu Racmatuzakiyah menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara Kemendes PDT dan PT KAF. Ia menilai program tersebut membawa manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Serang.
Baca juga: Mendes Yandri Dukung Pembinaan Kafilah MTQ Kabupaten Serang untuk Berantas Buta Huruf Al Quran
"Alhamdulillah kami bisa menyambut MoU ini karena semuanya murni untuk kepentingan masyarakat," kata Ratu, dikutip dari Antara.
Sebagai tahap awal pelaksanaan proyek, dilakukan penyembelihan serentak sebanyak 1.000 ekor domba. Daging hasil kurban kemudian dibagikan kepada sekitar 22 ribu mustahik yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Serang.
"Semoga ini terus berkelanjutan karena MoU ini berlaku lima tahun. Insya Allah ke depan jumlah hewan kurban yang dipotong dan disalurkan bisa terus bertambah," ujarnya.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor tersebut ditargetkan mampu mendorong lahirnya desa-desa peternakan tematik, seperti desa domba, desa sapi, maupun desa kerbau. Langkah itu diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional dan memenuhi kebutuhan daging yang terus meningkat, terutama saat momentum Hari Raya Idul Adha.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh