Nusantaratv.com - TNI terus membangun jembatan untuk memperlancar akses darat menuju wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. Pembangunan tersebut terdiri atas 11 jembatan Bailey, 6 jembatan gantung, dan 2 jembatan Armco.
Jembatan Bailey pertama dibangun di Kecamatan Bener Kelipah. Jembatan ini menghubungkan Desa Lot Bener, Kecamatan Bener Kelipah, dengan Desa Bener Pepanyi, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
Dalam laporan lapangan yang diterima Badan Komunikasi Pemerintah RI, tampak sejumlah anggota TNI memasang rangka baja pembatas jembatan. Seorang anggota terlihat memanjat untuk mengencangkan baut, sementara yang lain menggotong balok untuk dipasang pada bagian pembatas.
Jembatan Bailey berikutnya dibangun di kawasan Timang Gajah, yang berada di ruas perbatasan Kabupaten Bireuen, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tengah.
Progres pembangunan jembatan ini telah mencapai lebih dari 70 persen. Bantalan jembatan sebagian sudah terpasang, sementara sisi lainnya masih dalam tahap penyambungan rangka. Sebuah alat berat tampak menguruk ujung jembatan agar tersambung dengan badan jalan.
Jembatan ketiga adalah Jembatan Weihni Rongka yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dan Kabupaten Bener Meriah. Saat ini, jembatan tersebut masih dalam tahap pemasangan rangka serta pemadatan jalan penghubung.
Jembatan Bailey lain yang masih dalam proses pengerjaan adalah Jembatan Jamur Ujung 1. Jembatan yang sebelumnya terputus akibat bencana ini sempat mengganggu akses transportasi warga. Kini, pembangunannya hampir rampung, dengan rangka baja di sisi kiri dan kanan telah terpasang serta lantai jembatan tertata rapi dan menyatu.
Selain itu, TNI juga membangun jembatan darurat Bener Pepaya. Saat ini, jembatan tersebut masih dalam tahap penyiapan fondasi di kedua sisi. Dua unit alat berat dikerahkan untuk menyiapkan bantalan agar ruas jalan yang terputus dapat segera dilalui kendaraan.

TNI terus membangun jembatan untuk memperlancar akses darat menuju wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh. (Foto: Istimewa)
Pembangunan juga dilakukan pada Jembatan Bandara Rembele. Rangka jembatan dan dinding pembatas telah terpasang, sementara anggota TNI tengah menyiapkan bronjong batu sebagai penguat bantalan di kedua sisi jembatan.
Jembatan lain yang sedang dibangun adalah Jembatan Bailey di Desa Buket Dara Baro, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. Jembatan ini berfungsi menghubungkan kembali Desa Buket Dara Baro dengan Desa Cinta Makmur.
Selain itu, pembangunan juga mencakup Jembatan Beutong Atuh yang menghubungkan Aceh Tengah dan Nagan Raya, Jembatan Perintis Desa Lhok Kuyun di Aceh Utara, Jembatan Desa Lubuk Sidup di Aceh Timur, serta Jembatan Bailey Krueng Blang.
Tak hanya jembatan Bailey, TNI juga memasang enam jembatan gantung di sejumlah wilayah terdampak bencana. Tiga di antaranya berada di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, masing-masing di Desa Khuyun, Desa Blang Teurekan, dan Desa Gampong Teungoh, dengan progres pembangunan masih di bawah 10 persen.
Tiga jembatan gantung lainnya berada di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, dengan progres sekitar 15 persen; Jembatan Gantung Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dengan progres sekitar 35 persen; serta Jembatan Gantung Blang Awe di Kabupaten Pidie Jaya yang hampir rampung.
Selain jembatan Bailey dan jembatan gantung, TNI juga membangun dua jembatan Armco. Jembatan Armco di Desa Buntul, Kabupaten Bener Meriah, saat ini sudah dapat dilalui kendaraan.
Sementara itu, Jembatan Armco Bahgie Bertona, yang juga berada di Kabupaten Bener Meriah, masih dalam tahap pembangunan dengan progres sekitar 70 persen.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh