Nusantaratv.com-Turnamen catur Japfa Chess Festival, kembali digelar untuk ke-16 kalinya. Ajang yang berlangsung pada 1–6 September ini menghadirkan 520 pecatur dari 23 provinsi di Indonesia serta peserta dari lima negara asing.
Selain mempertandingkan 14 kategori, ajang kali ini juga menampilkan Duel Match antara pecatur putra-putri Indonesia melawan pecatur Vietnam dan Kazakhstan. Mereka akan bertanding sebanyak 8 babak dalam tiga nomor yaitu catur standar, catur cepat (rapid) dan catur kilat (blitz).
Di kelompok putra, IM Satria Duta dari Indonesia menantang IM Khuong Duy Dau dari Vietnam.
Khuong Duy Dau yang masih berusia 15 tahun memiliki rating Elo 2509, sementara Satria Duta yang berusia 18 tahun tercatat memiliki rating 2412.
Di kelompok putri, WIM Laysa Latifah juga akan menghadapi lawan tangguh, WGM Xeniya Balabayeva, yang berusia 20 tahun. Laysa memiliki rating Elo 2213, sedangkan Balabayeva memiliki rating 2384.
Dukung Pembinaan Sekaligus Menyediakan Ruang Kompetisi
Pada acara pembukaan di Gedung Serbaguna, Senayan Jakarta, Selasa (1/9/2026) Direktur Corporate Affairs PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Rachmat Indrajaya mengatakan perhelatan Japfa Chess Festival ke-16 merupakan komitmen nyata dari kerja sama panjang Japfa dan PB Percasi yang berlangsung lebih dari 26 tahun.
Menurut Rachmat, dukungan Japfa terhadap catur nasional tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan atlet, tetapi juga dengan menyediakan ruang kompetisi agar para pecatur memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan.
“Selain pembinaan terhadap atlet-atlet, kami juga ingin supaya atlet-atlet punya ruang untuk bertanding. Tentunya kita harus membuat turnamen-turnamen. Contohnya sekarang Japfa Chess Festival, ini yang ke-16 kali,” ujar Rachmat. Turut hadir dalam acara pembukaan Dewan Pembina PB Percasi GM Urut Adianto, Waketum PB Percasi Irjen Pol Ahmad Ramadhan, Internal Audit PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Iwan Ng, Vice President, Head of Social Investment di PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk R Artsanti Alif, perwakilan Kemenpora dan KONI Pusat.
Ia mengatakan antusiasme masyarakat terhadap Japfa Chess Festival terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, jumlah peserta berpotensi jauh lebih besar apabila kapasitas lokasi penyelenggaraan memungkinkan.
Menurut Rachmat, tingginya partisipasi anak muda juga menjadi sinyal positif bagi masa depan catur Indonesia. Kehadiran pecatur berusia muda dengan rating Elo tinggi menunjukkan semakin berkembangnya minat generasi muda terhadap olahraga tersebut.
Pada kesempatan itu, Rachmat menyampaikan Japfa juga menjalankan program pembinaan melalui Japfa for Kids, termasuk memberikan perhatian terhadap pengembangan catur di berbagai daerah.
“Program kami ini di daerah-daerah. Salah satunya ada program untuk catur. Ada beberapa anak yang kami bina dari tidak mengerti sama sekali tentang catur. Dari mulai SD, SMP sampai SMA, dari nol akhirnya ada yang menjadi juara di daerah masing-masing,” ujar Rachmat.
Ia berharap pembinaan sejak usia dini dapat melahirkan lebih banyak pecatur berprestasi dan membuka peluang munculnya Grandmaster baru dari Indonesia.
“Harapan kami tentunya semakin antusias masyarakat Indonesia, terutama anak-anak muda. Kita bina mereka dari SD agar ke depannya bisa menemukan Utut Adianto berikutnya,” katanya.
Dorong Pembinaan Catur di Daerah
Wakil Ketua Umum III PB Percasi Khairul Munadi memberikan apresiasi atas konsistensi Japfa dalam mendukung perkembangan olahraga catur di Indonesia hingga penyelenggaraan edisi ke-16.
Menurut Khairul, dukungan perusahaan seperti Japfa menjadi penting karena pembinaan catur tidak hanya membutuhkan kompetisi di tingkat nasional, tetapi juga dukungan yang berkelanjutan di daerah.
“Kita lihat Japfa sudah melaksanakan yang ke-16 kali. Harapan kita Japfa juga bisa mendukung catur di seluruh daerah, karena kita tahu Japfa juga ada di daerah. Tentunya Japfa di daerah juga bisa mendukung,” kata Khairul.
Ia berharap sinergi antara dunia usaha dan PB Percasi dapat membuat catur semakin diminati masyarakat, sekaligus membuka jalan bagi pecatur-pecatur muda Indonesia untuk berprestasi di tingkat internasional.
Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Japfa Chess Festival ke-16, Henri Hendratno melaporkan Japfa Chess Festival ke-16 mempertandingkan 14 kategori pertandingan. Mulai dari kelompok junior, open, wanita, veteran usia 55 tahun ke atas, hingga turnamen beregu ant perusahaan dan instansi.
Sebanyak 520 pecatur dari 23 provinsi ambil bagian dalam turnamen tahun ini. Selain peserta Indonesia, terdapat pecatur dari Jepang, India, Uzbekistan, Kazakhstan, dan Vietnam.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh