Jakbar Gelar "Jumat Berfaedah" untuk Kejar Kebutuhan Tangki Septik

Nusantaratv.com - 25/01/2023 15:22

Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, saat ditemui di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (25/1/2023) ANTARA / Walda
Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, saat ditemui di Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (25/1/2023) ANTARA / Walda

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat menggelar program "Jumat Berfaedah" dalam bentuk bedah rumah setiap Jumat sebagai upaya mengejar kebutuhan tangki septik yang sesuai dengan standar kesehatan dan lingkungan di setiap kepala keluarga (kk) pada tahun 2023.

"Program pembangunan tangki septik gratis dalam "Jumat Berfaedah" akan kita lakukan pada tahun ini," kata Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko, saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu.

Yani mengatakan saat ini tercatat  358.000 kk di wilayah Jakarta Barat. dari jumlah itu sebanyak 95,7 persen  sudah memenuhi ketentuan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

Berarti sudah ada lima pilar STBM yang  terpenuhi yakni pertama masyarakat bebas buang air besar sembarangan, yang kedua rajin penerapan cuci tangan, yang ke tiga akses air minum yang layak, keempat pengolahan air limbah, dan kelima pengelolaan sampah yang layak," kata  Yani.

Sisanya yakni sekitar 4,7 persen kk di Jakarta Barat masih belum memenuhi STBM yang layak, salah satunya tidak memiliki tangki septik.

Melihat hal tersebut, tahun ini Yani beserta jajarannya akan memfasilitasi 4,7 persen kk dengan tangki septik gratis. Hal tersebut dilakukan agar seluruh warga Jakarta Barat tidak lagi melakukan buang air besar sembarangan.

Dengan demikian, lingkungan akan bersih dan warga pun dipastikan sehat serta terhindar dari potensi tengkes (stunting).

Program "Jumat Berfaedah" sendiri diperkirakan akan berlangsung pada Februari 2023 mendatang. Maka dari itu, saat ini Pemerintah Kota Jakarta Barat tengah memetakan wilayah mana saja yang membutuhkan tangki septik.

"Sebelum kita berjalan ya tentu kita cari dulu, kita petakan dulu di mana lokasinya yang 4,7 persen kk itu," tutup Yani.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in