Jadi Maskot ASEAN Paragames 2022, Rajamala Tampil Gagah dan Kekar

Nusantaratv.com - 03/08/2022 09:27

Maskot Rajamala didesain lebih ramah sehingga nggak terlihat menyeramkan meski tidak meniggalkan kesan kuat. (Pariwisatasolo.surakarta)
Maskot Rajamala didesain lebih ramah sehingga nggak terlihat menyeramkan meski tidak meniggalkan kesan kuat. (Pariwisatasolo.surakarta)

Penulis: Armansyah

Nusantaratv.com – Indonesia menjadi tuan rumah Pesta olah raga atlet difabel se-Asia Tenggara, ASEAN Paragames 2022. Kota Solo, Jawa Tengah dipilih menjadi tempat penyelenggaraan acara tersebut yang berlangsung dari 30 Juli hingga 6 Agustus 2022. 

Ajang multievent dua tahunan termegah di Asia Tenggara ini pertama kali digelar di Kuala Lumpur pada 2001, tepatnya dari 26 sampai 29 Oktober. Sekitar 11 negara Asia Tenggara berpartisipasi pada ajang ASEAN Para Games kala itu.

Penyelenggaraan Para Games yang berlangsung di kota Solo kali ini menghadirkan maskot ASEAN Paragames 2022 bernama Rajamala.

Menurut Wali Kota Solo sekaligus Ketua Komite Pelaksana Indonesia ASEAN Para Games (INASPOC) 2022 Gibran Rakabuming Raka menjelaskan pemilihan maskot Rajamala itu merepresentasikan budaya Kota Solo. Selain itu, pemilihan maskot Rajamala ini terinspirasi dari kisah pewayangan dan dianggap sebagai simbol menolak bala atau aura negatif.

“Pokoknya kita pengin menampilkan sesuatu yang Solo banget,” ungkap Gibran terkait dengan pemilihan Rajamala sebagai maskot, Minggu (3/7/2022).

Rajamala merupakan hiasan pada haluan perahu kerajaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. (Twitter @PEMKOT_SOLO)

Berbeda dengan maskot-maskot di ajang olahraga yang berbentuk imut dan lucu, Rajamala dibuat dengan ekspresi yang menyeramkan, tetapi terlihat gagah dan berwibawa.

Matanya melotot, hidungnya mancung dan besar, kumisnya juga tebal. Kemudian, bagian yang mencolok adalah rambutnya yang panjang, badannya kekar, serta seluruh tubuhnya berwarna merah.

Pemilihan Rajamala tidak dilakukan asal-asalan. Banyak pertimbangan dan kajian yang dilakukan selama April sampai Juni 2022 sebelum memutuskannya menjadi maskot. Selain itu, desain Rajamala juga dibuat lebih ‘ramah’ sehingga tidak lagi terlihat menyeramkan meski tidak meninggalkan kesan kuat.

Penuh Kekuatan

Sebelumnya, Rajamala dikenal sebagai karakter canthik atau cucuk atau hiasan pada haluan perahu kerajaan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Canthik perahu ini dibuat oleh Paku Buwono V sebelum menjadi raja, tepatnya saat masih jadi putra mahkota dengan nama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Amangkunagoro III. Kala itu, ayahnya, Paku Buwono IV memerintah Mataram pada 1788 sampai 1820.

Perahu dengan ukuran cukup besar, yaitu 58,9 x 6,5 meter ini dianggap sebagai salah satu benda pusaka dan saksi bisu kejayaan Keraton Kasunanan Surakarta pada abad ke-18. Kala itu, perahu ini sering dipakai petinggi kerajaan untuk berlayar dari Solo ke Gresik atau sebaliknya. Dengan adanya Rajamala yang jadi penolak bala, nggak pernah terjadi insiden apapun selama perahu ini melakukan pelayaran.

Kini, perahu tersebut tersimpan dengan rapi di Museum Keraton Surakarta. Sementara itu, bagian canthik-nya disimpan di museum yang berbeda, yaitu Museum Radya Pustaka.

Pantas saja Rajamala jadi maskot ASEAN Paragames 2022, ya? Karakternya cocok dan bisa mewakili Kota Solo yang kaya tradisi dan budaya.

Sumber: inibaru.id

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in