Inggrid Kansil: Kepercayaan Diri hingga Go Digital, Kunci Perempuan dan UMKM Naik Kelas

Inggrid Kansil: Kepercayaan Diri hingga Go Digital, Kunci Perempuan dan UMKM Naik Kelas

Nusantaratv.com - 12 Mei 2026

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Inggrid Kansil. (Foto: NTVnews)
Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Inggrid Kansil. (Foto: NTVnews)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Dalam gelaran Kartini Leaders Fest 2026 yang diselenggarakan Nusantara TV, sosok inspiratif Inggrid Kansil menyoroti tantangan nyata yang dihadapi kaum perempuan, khususnya di tingkat grassroots (akar rumput), saat ingin memulai langkah di dunia wirausaha.

Menurut Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) ini, hambatan terbesar bukanlah sekadar modal, melainkan faktor internal yakni kepercayaan diri.

Inggrid mengungkapkan dimana banyak perempuan yang memiliki potensi besar namun terjebak dalam keraguan. 

"Persoalan klasik adalah kepercayaan diri atau self-efficacy. Mereka sering merasa takut rugi, bingung mencari modal dari mana, hingga tidak tahu harus menjual produknya ke mana," ujar Inggrid Kansil di NT Tower, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026.

Baginya, mengubah pola pikir adalah langkah fundamental. Tanpa pola pikir yang kuat, bantuan modal sekalipun tidak akan terserap secara maksimal.

Perempuan harus yakin dimana mereka mampu mandiri secara ekonomi dan memiliki visi jangka panjang dalam usahanya.

Selain mentalitas, Inggrid menekankan pentingnya konektivitas. Membangun usaha tidak bisa dilakukan sendirian di ruang hampa.

Dia mendorong para calon pengusaha perempuan untuk bergabung dalam wadah organisasi seperti IPEMI, IWAPI, atau organisasi profesi lainnya.

"Banyak anggota kami yang awalnya hanya berjualan di lingkungan tetangga secara terbatas. Namun, setelah bergabung dan mengikuti pelatihan rutin yang kami adakan bersama pemerintah dan swasta, kepercayaan diri mereka tumbuh. Mereka menjadi lebih produktif karena berada di ekosistem yang saling mendukung," jelasnya.

Melalui organisasi, para pelaku UMKM perempuan mendapatkan akses informasi, pelatihan, hingga pendampingan yang konsisten untuk membantu mereka naik kelas.

Salah satu poin krusial yang ditekankan Inggrid adalah literasi teknologi. Di era digital, produk yang bagus saja tidak cukup jika tidak disertai dengan branding yang kuat dan pemanfaatan platform digital.

Inggrid menceritakan salah satu kisah sukses anggotanya. "Ada yang tadinya hanya jual kue antar tetangga saja. Tapi setelah ikut pelatihan, produknya mulai di-branding. Sekarang dia punya marketplace dan aktif di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Ini adalah progres luar biasa yang perlu terus dibina," tuturnya.

Pemanfaatan teknologi seperti media sosial bukan sekadar tren, melainkan jembatan bagi perempuan di pelosok untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus memiliki toko fisik yang besar.

Menutup pernyataannya, Inggrid mengajak seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah maupun pihak swasta untuk terus berkolaborasi memberikan pembinaan.

Baginya, ketika seorang perempuan berdaya secara ekonomi, maka kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitarnya pun akan ikut terangkat.

Kombinasi antara pola pikir yang tangguh, konektivitas organisasi, dan pemahaman teknologi adalah "resep utama" bagi perempuan Indonesia untuk tidak hanya sekadar bertahan, tapi juga bersinar di panggung ekonomi nasional.

 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

x|close