Harga Tiket Candi Borobudur

Nusantaratv.com - 13/06/2022 21:44

Candi Borobudur (net)
Candi Borobudur (net)

Penulis: Annissya Chusnul Khotimah | Editor: Supriyanto

Nusantaratv.com - Beberapa waktu lalu beredar kabar mengenai rencana perubahan harga tiket Candi Borobudur yang dibanderol Rp 750.000 per orang untuk turis lokal, dan 100 dollar AS atau Rp 1,45 juta, untuk wisatawan asing. Tiket untuk turis lokal sebelumnya Rp 50.000,-. 

Rencana kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur itu disampaikan oleh Menteri Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, saat melakukan Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR di Jakarta, Kamis 9 Juni. Dalam rapat tersebut Menteri Luhut juga mengaku rencana kenaikan tiket tersebut berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan secara komprehensif bersama UNESCO.

Menurut Luhut, mengurus Borobudur yang notabene adalah warisan budaya dunia milik Indonesia yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), sudah menjadi salah satu tugas dari Kementerian Koordinasi bidang Kemaritiman dan Investasi (menko marves). Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan juga berada dalam koordinasi Menko Marves.  

Candi yang didirikan pada pemerintahan Dinasti Syailendra yang diperkirakan berusia 1.197 tahun ini, menurut penelitian telah mengalami pengurangan ketinggian dan kerusakan akibat tekanan besar pada struktur candi yang disebabkan oleh kelebihan beban pengunjung. Tercatat pengunjung Candi Borobudur pada 2019 mencapai lebih dari 3,3 juta orang atau setara dengan 8.000 orang per hari. Padahal, berdasarkan hasil studi Balai Konservasi Borobudur, idealnya kawasan puncak Candi hanya mampu menampung maksimal 128 pengunjung per harinya. 

Pemerintah telah menyepakati pengaturan kunjungan wisatawan yang akan naik ke bangunan Candi Borobudur. Pengaturan itu diputuskan dalam Rapat Koordinasi dengan pihak Pengelola Candi Borobudur yang membahas mengenai Pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Candi Borobudur pada Jumat (10/6/2022). Disamping itu, rencana kenaikan harga tiket ini juga telah melalui kajian komprehensif dengan mempertimbangkan aspek konservasi Candi Borobudur, hingga dilibatkannya UNESCO sebagai organisasi yang berfokus pada program pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya serta pakar lainnya. Dalam rakor telah diputuskan bahwa diperlukan pembatasan kunjungan wisatawan yang akan naik ke bangunan Candi Borobudur. Karena Borobudur dan juga candi lainnya di Indonesia ini butuh perawatan dan pastinya memerlukan biaya serta upaya yang tidak sedikit.

Kenaikan harga tiket ini bukan semata-mata untuk tujuan komersial,  pemerintah menaikkan harga tiket Candi Borobudur untuk melakukan konservasi wisata. Kebijakan pembatasan kunjungan wisatawan ini pun merupakan bukti kecintaan serta kepedulian terhadap Candi Buddha terbesar yang ada dunia yang menjadi kebanggaan Bangsa Indonesia ini. Tak hanya itu, jumlah pengunjung akan dibatasi, tidak lebih dari 1.200 orang per hari sebagaimana disarankan UNESCO. 

Perlu diketahui pula bahwa untuk turis asing yang hanya berkunjung di kawasan candi Borobudur di bawah dan tidak ke atas hanya dikenakan tarif 25 dolar atau Rp 360.000. Sedangkan untuk turis lokal Rp 50.000. Harga tiket bagi para pelajar pun masih sama dengan sebelumnya, Rp 5.000 per orang, hal ini sebagai wujud keberpihakan pada dunia pendidikan dan pembantahan mengenai harga tiket untuk tujuan komersial. Dengan begitu orang yang ingin naik ke candi merupakan orang yang dapat menghargai objek wisata serta yang berkepentingan saja, termasuk orang yang akan belajar dengan dampingan para tour guide.

Kebijakan yang sangat disarankan oleh UNESCO ini juga bertujuan untuk memfilter para pengunjung agar lebih terseleksi. Seperti pengunjung yang dapat menghargai objek dengan yang tidak, sehingga tidak akan ditemukan orang yang hanya berfoto sampai memanjat ke tempat-tempat yang sudah diberi label “jangan dinaiki” hanya demi mendapatkan spot bagus. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa kebanyakan dari mereka yang datang hanya ingin berfoto dengan latar obyek wisata. Tindakan ini dinilai terlalu merendahkan jika berkunjung sekadar untuk menjadikan candi-candi itu sebagai latar belakang foto. Borobudur, Prambanan, dan lain-lainnya adalah mahakarya agung nenek moyang kita. Maka sepatutnyalah yang datang ke sana hanya orang-orang yang dapat menghargai dan mengagungkan candi-candi tersebut.

Sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya kita bangga akan warisan budaya yang kita miliki, menjaga serta melestarikan warisan budaya tersebut menjadi tugas dan tanggungjawab kita semua. Jika belum bisa membantu setidaknya jangan sampai merusak hanya demi kepentingan pribadi. Perlu diketahui juga merawat suatu peninggalan bukanlah hal yang mudah, dan juga bukan hal yang murah. Meski pada akhirnya rencana kenaikan harga tiket tersebut ditunda, sebagai anak bangsa kita patut berpikir positif, bahwa semua itu dilakukan demi menjaga kelestarian cagar budaya bernama Candi Borobudur. 

Dengan terlebih dahulu melakukan Rapat Koordinasi dengan pihak Pengelola Candi Borobudur dan menggandeng pihak UNESCO, menunjukkan Pemerintah telah bertindak hati-hati sebelum mengeluarkan kebijakan harga tiket masuk Candi Borobudur tersebut. (Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional Semester 6, Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi - Bandung, Jawa Barat)

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
Presiden Joko Widodo di KTT G20. (©Setpres RI)-1655867161
Drakor Twenty Five Twenty One-1655520642
Rara Istiati Wulandari-1655449422
Cerobong asap Pabrik-1655353546