Harga Telur Ayam Anjlok, DPR Minta Pemerintah Lindungi Peternak Kecil

Nusantaratv.com - 11/10/2021 23:45

Telur ayam/ist
Telur ayam/ist

Penulis: Ramses Rianto Manurung

Jakarta, Nusantaratv.com-Para peternak telur ayam tengah menghadapi masa sulit. Pasalnya, saat ini harga telur ayam anjlok. Penurunan harga yang terjadi pada telur ayam cukup signifikan dan membuat para peternak babak belur. Dari semula dibanderol Rp20.000-Rp25.000 per kilogram anjlok menjadi Rp15.800 per kilogram. 

Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Sarmuji angkat bicara terkait merosotnya harga telur ayam. 

Menurut Sarmuji, anjloknya harga telur dipicu melimpahnya stok telur yang tidak diimbangi daya beli tinggi di masyarakat. Selain itu, perusahaan pakan juga ikut terlibat dalam produksi bibit dan telur ayam. 

Untuk itu, Sarmuji meminta pemerintah untuk memberikan perlindungan kepada peternak ayam telur berskala kecil. 

"Peternak rakyat yang berskala kecil sangat terpukul dengan jatuhnya harga telur saat ini. Dalam menjalankan usahanya mereka masih tergantung dengan konsentrat dari pabrik, serta mengandalkan pihak lain dalam penyediaan bibitnya," terang Sarmuji mengutip detik, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Kabar Gembira! Dana Desa Rp51,43 Triliun Sudah Cair dan Disalurkan ke 74.890 Titik

Menurut Sarmuji, perlu dibuat aturan main agar terjadi persaingan yang sehat antar produsen telur ayam. 

Dia menilai kondisi saat ini sudah tidak ideal karena perusahaan besar yang memproduksi pakan juga terlibat dalam produksi bibit maupun telur.

"Persaingan menjadi tidak seimbang karena pabrik bibit ayam DOC (Day Old Chick) dan pakan juga turut menjadi peternak. Rakyat kecil mengambil DOC dan pakan dari pabrik dengan harga yang sudah tinggi karena jalur distribusi yang panjang. Di sisi lain perusahaan tersebut bisa dengan leluasa memakai DOC maupun pakan sendiri sesuai dengan jumlah produksi yang diinginkan," urai Sarmuji.

Agar persoalan anjloknya harga telur akibat penumpukan stok di peternak kecil ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, Sarmuji mendesak agar pemerintah membuat aturan pembatasan bagi perusahaan besar agar peternak rakyat bisa bertahan dan bertumbuh tanpa takut bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.

"Harus ada aturan yang membatasi agar pabrik DOC dan pakan tidak terlibat langsung menjadi peternak. Kalau itu terus dilakukan peternak kecil bisa mati karena kalah bersaing," pungkasnya. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in