General Motors Pangkas Harga Kendaraan Listrik Chevrolet Bolt hingga 18 Persen

Nusantaratv.com - 02/06/2022 09:30

General Motors memangkas harga kendaraan listrik Chevrolet Bolt. (InsideEVs)
General Motors memangkas harga kendaraan listrik Chevrolet Bolt. (InsideEVs)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - General Motors Co., mengatakan pihaknya akan memangkas harga kendaraan listrik Chevrolet Bolt hingga 18 persen.

Langkah itu ditempuh setelah produsen mobil yang bermarkas di Detroit, Michigan, Amerika Serikat (AS) itu, menghentikan penjualan selama enam bulan menyusul penarikan kembali (recall) mobil listrik tersebut akibat baterai bermasalah.  

General Motors (GM) memangkas harga Chevrolet Bolt EV sekitar US$6.000 (Rp87,4 juta) dan sebanyak 18 persen untuk versi harga terendah, yang akan dimulai dari harga US$26.595 (Rp387,5 juta), atau turun dari US$32.495 (Rp473,5 juta). 

"Perubahan ini mencerminkan keinginan berkelanjutan kami untuk memastikan Chevrolet Bolt EV/EUV kompetitif di pasar," kata General Motors dalam pernyataannya, dikutip dari Reuters, Kamis (2/6/2022).

Perusahaan menambahkan keterjangkauan selalu menjadi prioritas untuk kendaraan listrik Chevrolet Bolt ini. GM mengatakan pihaknya berencana membangun lebih banyak Chevrolet Bolt EV dan EUV tahun ini daripada tahun-tahun lainnya sejak diluncurkan pada 2016.

Penjualan Chevrolet Bolt pada 2021 mencapai angka tertinggi yakni 24.828 kendaraan. GM melanjutkan produksi Chevrolet Bolt pada April setelah penarikan baterai besar-besaran pada Agustus dan mulai melanjutkan penjualan pada awal tahun ini.

Perusahaan pada Agustus memperluas penarikan Chevrolet Bolt ke lebih dari 140.000 kendaraan untuk menggantikan modul baterai setelah serangkaian kebakaran di kendaraan yang diparkir, dan menghentikan produksi dan penjualan ritel.

GM mengatakan pada Agustus jika pihaknya telah menarik semua kendaraan Chevrolet Bolt yang dibuat sejak mulai produksi. Pada April, GM meluncurkan kampanye iklan Chevrolet Bolt untuk memenangkan kembali konsumen setelah penarikan dengan biaya mahal yang menghentikan produksi.

Pada Februari, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat (AS) menutup penyelidikan atas kebakaran Chevrolet Bolt, mengingat tindakan penarikan yang diambil oleh General Motors, dan setelah meninjau laporan 24 kebakaran pada Chevrolet Bolt.

GM hanya menjual 358 kendaraan Chevrolet Bolt di Negara Paman Sam dalam tiga bulan pertama 2022, turun dari 9.025 pada periode yang sama tahun 2021, dan 99 pickup Hummer EV.

Perusahaan telah melobi Kongres untuk memperpanjang kredit pajak US$7.500 (Rp109,2 juta) untuk pembelian kendaraan listrik (electric vehicle/EV). 

Baik GM maupun Tesla sebelumnya mencapai batas penjualan kendaraan listrik kumulatif 200.000 unit dan tidak lagi memenuhi syarat untuk kredit, hal ini tidak seperti produsen mobil lainnya.

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in