Nusantaratv.com - Sekilas, Honda Phantom TA 200 terlihat seperti motor custom bergaya cruiser dengan bodi panjang dan dominasi aksen krom.
Namun, siapa sangka motor ini merupakan produk pabrikan yang hadir dengan desain klasik sejak awal. Honda Phantom TA 200 tergolong langka di Indonesia karena dipasarkan untuk pasar Thailand dan tidak dijual secara resmi di Tanah Air.
Motor yang diproduksi pada era 2001-2010 ini mengusung desain cruiser yang mengingatkan pada keluarga Honda Shadow. Hal menarik lainnya terletak pada sektor mesin. Honda Phantom TA 200 menggunakan mesin yang identik dengan Honda Tiger 2000, salah satu motor legendaris Honda yang pernah populer di Indonesia.
Desain Cruiser Klasik dengan Sentuhan Krom
Daya tarik utama Honda Phantom TA 200 terletak pada desainnya yang panjang, rendah, dan sarat nuansa retro. Bentuk tersebut membuatnya terlihat seperti motor custom, meskipun sebagian besar tampilannya merupakan desain asli pabrikan.
Bagian depan mengusung lampu utama berbentuk bulat dengan rumah lampu berlapis krom. Lampu sein berwarna oranye turut memperkuat kesan klasik, sementara detail krom memanjang hingga setang dan sejumlah bagian bodi.
Karakter cruiser semakin terasa melalui tangki bahan bakar berukuran besar dengan kapasitas sekitar 11,2 liter. Logo Phantom dan ornamen bintang menjadi pemanis yang mempertegas identitas motor ini.
Aksen krom juga ditemukan pada sejumlah komponen lain, mulai dari panel bodi samping, bagian mesin, knalpot, pijakan kaki, hingga area belakang. Kombinasi tersebut membuat tampilannya terlihat mencolok, terutama pada varian berkelir perak dengan krom.
Honda Phantom TA 200 sendiri hadir dalam pilihan warna hitam dan perak yang sama-sama dipadukan dengan aksen krom.
Kaki-Kaki Panjang dan Pengereman Cakram Ganda
Sebagai motor bergaya cruiser, Phantom TA 200 memiliki dimensi yang cukup besar. Panjangnya sekitar 2.256 mm, lebar 775 mm, tinggi 1.085 mm dengan jarak sumbu roda mencapai 1.505 mm.
Ukuran tersebut membuat posturnya terlihat menonjol ketika diparkir berdampingan dengan motor berkapasitas mesin serupa. Bagian depan menggunakan suspensi teleskopik, sedangkan sistem pengeremannya sudah mengandalkan cakram di roda depan dan belakang.
Kaliper dua piston disebut digunakan pada kedua roda. Untuk roda, bagian depan menggunakan pelek 17 inci dengan ban berprofil 90/90-17. Sementara itu, roda belakang memakai pelek 15 inci dengan ban berukuran 150/90-15.
Perpaduan ukuran roda dan bodi panjang tersebut menjadi bagian dari karakter cruiser yang diusung Phantom TA 200.
Mesin 200 Cc yang Identik dengan Honda Tiger
Di balik tampilannya yang unik, Honda Phantom TA 200 menyimpan mesin yang cukup familiar bagi pencinta motor lawas di Indonesia. Motor ini dibekali mesin satu silinder berkapasitas 196,9 cc, SOHC, dua katup, dengan sistem pendingin udara.
Konfigurasinya identik dengan mesin yang digunakan Honda Tiger 2000. Sistem pemasok bahan bakarnya masih menggunakan karburator Keihin, sementara transmisinya terdiri dari enam percepatan.
Tenaganya berada di kisaran 16,4 - 16,48 hp pada 8.000 rpm, dengan torsi yang juga disebut sekitar 16,2 Nm pada 6.500 rpm. Karakter mesin tersebut membuat Phantom TA 200 memiliki kedekatan teknis dengan Honda Tiger, meski keduanya mengusung konsep desain yang berbeda.
Jika Tiger tampil sebagai motor sport touring dengan postur lebih tegak, Phantom TA 200 hadir dengan posisi berkendara dan bodi khas cruiser yang lebih panjang serta rendah.
Motor Lawas yang Punya Daya Tarik Tersendiri
Meski usianya sudah lebih dari dua dekade, Honda Phantom TA 200 masih memiliki daya tarik bagi penggemar motor klasik. Desainnya yang khas, dominasi krom, dan mesin yang identik dengan Honda Tiger membuatnya berbeda dari motor lain di kelasnya.
Sejumlah detail pada unit yang ditampilkan juga sudah mengalami penyesuaian, seperti penggunaan lampu LED dan sakelar model Yamaha Vixion. Namun, perubahan tersebut tidak menghilangkan karakter utama Phantom TA 200 sebagai cruiser klasik.
Kombinasi desain unik dan jumlah unit yang relatif terbatas di Indonesia menjadikan Honda Phantom TA 200 menarik untuk dilirik para kolektor maupun pencinta motor lawas.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh