Elon Musk Nggak Mau Timeline Twitter Berbasis Algoritma

Nusantaratv.com - 12/05/2022 21:05

Elon Musk. (Net)
Elon Musk. (Net)

Penulis: Maulana

Nusantaratv.com - CEO Tesla Elon Musk berniat mengubah sistem linimasa alias timeline Twitter menjadi berbasis kronologi, bukan lagi algoritma.

"Twit kronologis sepertinya jauh lebih baik daripada yang disarankan algoritma," cuit Musk, Kamis (12/5/2022).

"Ketuk bintang di kanan atas layar untuk kembali ke (pola) kronologis," canda Musk, yang rupanya ditanggapi serius sejumlah pengikutnya.

Adapun unggahan Musk tersebut di-retweet oleh lebih dari 27 ribu warga Twitter, mendapat 387,3 ribu like, dan dikomentari oleh lebih dari 14 ribu orang, hingga Kamis (12/5/2022) pukul 19.38 WIB.

Sebagian menunjukkan dukungan, yang lainnya menentang. Yashu Sharma, pemilik akun @heyitsyashu, sambil me-retweet kicauan lamanya, mengingatkan bahwa penggunaan algoritma berpotensi menjadi ajang 'cuci otak'.

"Ini adalah pengingat bagi Anda, jika feed Twitter Anda tidak diurutkan berdasarkan tweet terbaru, Anda sedang dicuci otak," kata dia.

Sementara, Julian Shapiro, pemilik akun @Julian, menilai rencana Musk ini bakal menyulitkan warganet yang mengikuti banyak akun.

"(Rencana) itu mungkin akan berhasil untuk Anda karena Anda mem-follow sangat sedikit orang. Namun saat Anda mengikuti ratusan atau ribuan orang, seperti kebanyakan pengguna Twitter, saya membayangkan Anda memerlukan algoritma untuk memisahkan sinyal dari kegaduhan. Jika tidak, semburannya gila," urai dia, yang juga merupakan pendiri BellCurve.com.

Diketahui, Musk baru saja mengakuisisi Twitter seharga US$44 miliar. Meski proses akuisisi itu belum sepenuhnya rampung, Musk sudah menyiapkan beberapa rencana terhadap platform media sosial berlogo burung biru tersebut.

"Jika akuisisi Twitter tuntas, perusahaan akan sangat fokus kepada software engineering, desing, infosec & server hardware," tulis Musk.

Mengutip Hootsuite, Twitter ditenagai oleh banyak algoritma yang menentukan bagaimana sebuah konten disajikan kepada pengguna. Konten-konten tersebut antara lain mengenai rekomendasi akun, personalisasi, dan sajian cuitan di lini masa penggunanya.

Algoritma tersebut lalu mempelajari preferensi pengguna terhadap akun twitter mereka. Alhasil, Twitter sendiri tidak tahu bagaimana algoritma mereka menyajikan konten terhadap pengguna dari waktu ke waktu.

Sebelum diatur oleh algoritma, Twitter, dan juga platform media sosial lainnya, linimasa didasarkan pada urutan waktu unggahan alias kronologis.

Menurut Jennifer Cobbe, periset dari Universitas Cambridge, rencana Musk tersebut tidak penting. Baginya, yang terpenting ialah soal bagaimana Twitter mengembangkan algoritmanya.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
UFO-1652874529
Jokowi dan Elon Musk-1652792727