DVI Polri Mengidentifikasi Enam Jenazah Korban Gempa Cianjur

Nusantaratv.com - 25/11/2022 17:31

Konferensi pers DVI Polri mengenai identifikasi korban gempa Cianjur di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). (FOTO ANTARA/Devi Nindy)
Konferensi pers DVI Polri mengenai identifikasi korban gempa Cianjur di RSUD Sayang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). (FOTO ANTARA/Devi Nindy)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi enam jenazah, setelah menerima 14 kantong jenazah korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11) 2022 malam hingga Jumat sore.

Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Pol dr Adang Azhar di RSUD Sayang Cianjur, Jumat (25/11) mengatakan pihaknya sudah menerima sebanyak 145 kantong jenazah, terdiri atas 144 jenazah utuh dan satu berisi bagian tubuh.

"Pagi tadi kami telah kembali berhasil mengidentifikasi enam jenazah," katanya.

Jenazah pertama dengan nomor PM 118, teridentifikasi sebagai Indri, wanita 24 tahun. Kedua, jenazah nomor PM 119 teridentifikasi sebagai Andika Sulaiman pria 34 tahun.

Ketiga, jenazah nomor PM 120 teridentifikasi sebagai Tatik Rohayati, wanita 56 tahun. Keempat, jenazah nomor PM 121 teridentifikasi sebagai Yayah Rodiyah, wanita 52 tahun.

Kelima, jenazah nomor PM 122 teridentifikasi sebagai Yeni Siti Rubaeni, wanita 54 tahun, dan keenam jenazah nomor PM 123 teridentifikasi aebagai Fitrianingsih, wanita 24 tahun.

"Adapun jumlah total data yang sudah berhasil teridentifikasi sampai dengan hari ini, Jumat 25 November 2022 adalah sejumlah 130 jenazah, dan ada enam jenazah masih menunggu kelengkapan data antemortem. Sedangkan satu buah body part atau potongan tubuh masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut yaitu nanti menunggu hasil pemeriksaan DNA," katanya.

Ia juga mengatakan delapan jenazah sedang dalam proses pemeriksaan dan masih berlanjut.

Pihaknya mengimbau keluarga yang masih kehilangan anggota keluarganya untuk bisa melapor ke Posko pengaduan orang hilang di RSUD Sayang Cianjur dengan membawa data-data korban bisa berupa kartu keluarga, rekam medis terakhir, keluarga kandung dan lain-lainnya untuk pengambilan sampel DNA, demikian Adang Azhar.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in