Duh! Pria Ini Hidup dengan Penis di Tangan

Nusantaratv.com - 22/06/2022 08:30

Ilustrasi. (Net)
Ilustrasi. (Net)

Penulis: Maulana

Nusantaratv.com - Malcolm MacDonald harus pasrah karena infeksi darah pada perineum yang membuatnya kehilangan penis.

Meski begitu, ia kembali menaruh harap karena berkesempatan memperoleh 'penis' kembali yang terlebih dahulu harus bertengger di lengan kirinya.

Infeksi perineum jangka panjang hingga sepsis (peradangan ekstrem hingga mengancam nyawa) mengubah jari tangan dan kaki MacDonald. Kondisi itu juga membuat penisnya menghitam.

"Saya tahu jauh di lubuk hati, itu [penis] sudah tiada dan saya akan kehilangannya. Lalu suatu hari benda itu jatuh ke lantai," kata MacDonald mengutip The Sun.

MacDonald lalu pergi ke rumah sakit. Tim dokter mengatakan upaya terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan 'menggulung' sisa penis.

Dua tahun ayah dua anak ini hidup tanpa penis. MacDonald merasa benar-benar hancur dan tidak percaya diri. Hanya alkohol yang mampu mengalihkan perhatiannya dari penderitaan.

Lalu, ada sebuah titik terang di mana dokter yang menangani dirinya memberi tahu tentang Profesor David Ralph yang dijuluki sebagai 'penis master'.

Ralph ialah ahli konstruksi penis di University College Hospital, London, Inggris. Ralph terkenal berkat penis bionik ciptaannya buat Andrew Wardle yang lahir tanpa penis.

"Itu memberi saya secercah harapan bahwa saya bisa kembali menjadi pria normal," jelas MacDonald.

Ralph pun menggunakan prosedur cangkok di lengan untuk 'menciptakan' penis baru buat MacDonald. Prosedur memakan waktu hingga dua tahun.

Kendati terbilang aneh, namun cangkok penis di lengan tak membuat MacDonald risau. Alih-alih gelisah, ia sangat termotivasi untuk memiliki pengalaman berkemih di toilet dengan benar.

Ahli bedah memilih lengan sebagai lokasi pengembangan penis baru karena kualitas dan sensasi kulitnya. Karena MacDonald kidal, bahan penis baru diambil dari lengan kiri, digulung membentuk penis lengkap dengan pembuluh darah dan sarafnya sendiri.

Seusai itu, mereka membuat uretra dan memasang dua tabung yang dipompa dengan pompa tangan. Ini memungkinkan MacDonald melakukan ereksi mekanis. Penis pun terbentuk dan menjuntai di lengannya.

MacDonald merasa bangga meski ada saja yang melihatnya aneh dan mengoloknya karena alat reproduksi yang seharusnya privat kini seolah dipamerkan.

"Orang-orang bertanya kepada saya tentang hal itu ketika mereka melihat saya di pub dan tentu saja orang membuat lelucon. Namun saya mengerti. Tidak setiap hari Anda melihat seorang pria dengan penis di lengannya," kata dia.

Usai dua tahun, penis baru sudah siap diletakkan di lokasi yang semestinya. Pada 2018, seharusnya penis itu sudah diletakkan di area intimnya. Tapi, operasi ditunda karena alasan kesehatan MacDonald yang sedang tidak memungkinkan.

Berbagai hal terjadi, mulai dari kesalahan transportasi, penjadwalan, kekurangan staf hingga Covid-19.

"Kadang rasanya saya seperti dikutuk," ucapnya. 

Namun, tekadnya masih bulat untuk menempatkan penis barunya pada tempat yang seharusnya. Ia ingin segera menikmati hari yang bebas tanpa ada benda bergoyang di lengannya.

Usai penantian panjang, akhirnya penis itu sudah dipindahkan.

Kisah dramatis MacDonald diceritakan dalam dokumenter The Man With A Penis On His Arm yang tayang di Channel 4 pada Mei 2022 lalu.

"Bisakah Anda membayangkan enam tahun hidup Anda dengan penis menggantung di lengan? Itu mimpi buruk, tapi ini sudah pergi sekarang," tandasnya. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in