Ditugasi Distribusi Minyak Goreng Curah, Bulog Masih Nanti Kejelasan

Nusantaratv.com - 10/05/2022 17:23

Minyak goreng curah. (Antara)
Minyak goreng curah. (Antara)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Perum Bulog menyebut pihaknya masih menanti kejelasan penugasan sebagai distributor minyak goreng curah. Tugas ini rencananya diemban selama masa larangan sementara ekspor minyak sawit yang diberlakukan pemerintah. 

Di samping penugasan resmi, Bulog pun memerlukan payung hukum,  lantaran selama ini Bulog belum pernah menangani pendistribusian minyak goreng.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso menjelaskan pemerintah hingga kini masih pada tahap pembahasan mengenai teknis pendistribusian minyak goreng curah. Meski begitu, ia menegaskan, Bulog siap menjadi penyerap minyak goreng curah dari para produsen yang terdampak kebijakan larangan ekspor.

"Kita juga bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan PT BGR dalam proses pendistribusiannya (ke masyarakat)," ujar Budi saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/5/2022).

Karena masih menunggu penugasan serta dasar regulasi, Budi belum dapat memastikan kapan distribusi minyak goreng curah seharga Rp14 ribu per liter bakal dimulai.

Budi menambahkan, hal lain yang menjadi konsentrasi Bulog ialah memastikan tak adanya rembesan minyak goreng curah apabila proses pendistribusian dilakukan.

Kesesuaian volume dari pabrik hingga ke pasar. Itu agar target harga Rp14 ribu per liter di level konsumen dapat tercapai. 

"Jadi nanti harus ada bukti, kalau 100 ribu liter yang disuplai ya sampai pasar harus 100 ribu liter, jadi tidak merembes," kata Buwas, sapaan Budi Waseso. 

Direktur Bisnis Bulog, Febby Novita, menjelaskan hingga kini pihaknya belum menyiapkan permodalan yang dibutuhkan guna pembelian minyak goreng curah dari produsen.

"Regulasinya saja belum jelas, penugasan belum jelas. Kan harus ada regulasinya, sasarannya kepada siapa, skema subsidinya bagaimana," ujar Febby.

Diketahui, minyak goreng curah disubsidi oleh pemerintah agar harga yang diterima masyarakat bisa sebesar Rp14 ribu per liter. Dana subsidi bersumber dari BPDPKS dan diberikan langsung kepada produsen maupun distributor minyak goreng curah yang sudah terdata resmi di Kementerian Perindustrian.

Febby memaparkan, kemungkinan ada perubahan kebijakan dari penyaluran distribusi minyak goreng curah oleh Bulog. Semula pendistribusian minyak goreng curah oleh Bulog mengarah pada pasar bebas tapi kemungkinan akan dikhususnya untuk masyarakat kurang mampu.

"Infonya ada penugasan khusus jadi untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pakai data dari Kementerian Sosial mungkin ada 23 juta keluarga," jelas Febby.

Walau begitu, Febby memastikan skema tersebut juga belum resmi karena belum ada keputusan final dari pemerintah. 

"Kita maraton (rapat) terus, memang mungkin pemerintah masih melihat sasarannya mau seperti apa, pokoknya Bulog siapkan sistem dan transporternya juga," tandasnya. 

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in