Dinkes Kepri Imbau Warga Waspadai Sejumlah Penyakit Usai Banjir Rob

Nusantaratv.com - 26/01/2023 14:28

Sejumlah anak bermain di tengah banjir rob merendam kawasan pesisir Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri, Kamis (25/1). (Ogen)
Sejumlah anak bermain di tengah banjir rob merendam kawasan pesisir Kampung Bugis, Kota Tanjungpinang, Kepri, Kamis (25/1). (Ogen)

Penulis: Habieb Febriansyah

Nusantaratv.com - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat mewaspadai sejumlah potensi penyakit yang ditimbulkan usai banjir rob melanda pesisir provinsi setempat dalam beberapa hari terakhir.

"Selain waspada banjir rob, perlu juga berhati-hati terhadap berbagai macam penyakit karena dampak banjir," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Mochammad Bisri di Tanjungpinang, Kamis.

Bisri menyebut banjir rob rentan menyebabkan sejumlah penyakit. Banjir membuat lingkungan menjadi lebih kotor dari biasanya dan menjadi tempat yang tepat bagi kuman untuk berkembang biak.

Ia mengatakan jenis-jenis penyakit yang dapat terjadi akibat banjir rob, antara lain demam, diare, flu, batuk hingga penyakit kulit.

"Makanya, saat banjir rob merendam rumah, sebaiknya mengungsi dulu sampai airnya kering. Setelah itu baru disiram air bersih guna menghindari kuman berkembang biak di rumah usai banjir," ujar Bisri.

Bisri mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh supaya terhindar dari berbagai penyakit di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini, yang mana curah hujan disertai banjir rob masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Perbanyak minum air putih hangat dan hindari dulu minuman dingin, makan makanan bergizi, lalu istirahat yang cukup," ucap Bisri.

Banjir rob melanda pemukiman penduduk di kawasan pesisir Kota Tanjungpinang, Rabu (26/1), akibatnya ratusan rumah terendam air laut hingga mengakibatkan sejumlah perabotan rumah tangga dan peralatan memasak rusak.

Menurut prediksi BMKG Tanjungpinang, banjir rob masih berpeluang terjadi di Tanjungpinang hingga 29 Januari 2023, meskipun saat ini ketinggian air cenderung menurun.

Banjir rob terjadi imbas naiknya permukaan air laut ditambah tingginya curah hujan dalam beberapa bari terakhir. "Hujan diperkirakan masih terjadi selama sepekan ke depan, jadi warga harus lebih waspada terhadap potensi bencana alam, seperti banjir, longsor, maupun pohon tumbang," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Hayu Nur Mahron.(Ant)

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in