Diduga Aniaya Pengusaha, Sutradara Ini Dilaporkan ke Polda Metro

Nusantaratv.com - 28/06/2022 12:13

Korban Andry Hakim dan pengacara Machi Achmad.
Korban Andry Hakim dan pengacara Machi Achmad.

Penulis: Maulana

​​​​​Nusantaratv.com - Sutradara film layar lebar berinisial AM, dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh pengusaha muda bernama Andry Hakim atas dugaan penganiayaan dan bullying, Minggu (26/06/2022). 

"Hari ini saya selaku kuasa hukum dari saudara Andry Hakim seorang pengusaha, dimana dia kemarin pada tanggal 25 Juni 2022 mengalami dugaan tindak pidana Pasal 351, Pasal 335 KUHP. Pasal 170 juga Pasal 29 UU ITE. Dan tadi sudah melaporkan di SPKT  Polda Metro Jaya sekitar jam 17.00 WIB dan sudah diterima," ujar Machi Achmad, kuasa hukum Andry Hakim usai laporan.

"Pasal 29 UU ITE berbunyi, 'Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mengirimkan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang berisi ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi'. Ancamannya 4 tahun penjara dan denda Rp750 juta. Lokasi dugaan penganiayaan di Senayan City, Jakarta," lanjut Machi

Sementara, Andry Hakim menerangkan kronologis dugaan penganiayaan yang dilakukan sutradara AM dan pasangannya, AR terhadap dirinya.

"Beberapa minggu sebelumnya ada cekcok kecil namun sudah selesai, saya pun sudah berbesar hati meminta maaf apabila ada salah. Namun kemarin malam saya secara tidak sengaja bertemu mereka di bioskop di Senayan City. Usai menonton saya dicegat di toilet bioskop dan saya diintimidasi oleh tiga orang dengan kata-kata yang kurang menyenangkan oleh tiga orang pelaku yaitu AM, AR dan satu orang temannya. Di lobby bioskop saya didorong oleh pelaku AM dan saya ditampar oleh pelaku AR sampai masker saya lepas," papar Andry Hakim.

"Lalu saya ditahan oleh mereka selama lebih dari satu jam dan tidak diizinkan pulang, mereka terus menerus mengintimidasi saya dengan kata-kata kurang menyenangkan. Mereka juga menunggu saya di dekat lift, karena sudah tengah malam dan akses ke parkiran hanya bisa melalui lift. Saya mau pulang tapi terus menerus nggak dikasih. Bahkan saya sempat didorong lagi oleh AR dan AM. AM juga beberapa kali berusaha mengambil HP saya saat saya merekam dirinya. Kejadiannya jam 23.20 sampai 24.30," imbuh Andry.

Andry mengakui bahwa dirinya sudah kenal dengan terlapor.

"Kita saling kenal. Mungkin mereka masih nggak suka dengan saya. Tapi saya nggak membalas mereka. Mereka terus mengintimidasi saya untuk ngajak berantem di bawah di parkiran tapi tidak saya ladenin. Mereka juga mengintimidasi pacar saya berkali-kali saat berusaha melerai dengan kata-kata kurang menyenangkan. Di hari sebelumnya pun mereka beberapa Kali mengintimidasi saya dengan kata-kata kasar dan pengancaman di WA," jelas Andry.

"Diduga saudara AM ada melakukan gerakan tangan yang mengarah ke wajah klien saya, itu ada videonya. Dan ada juga CCTV dari AR pacar dari AM diduga menampar klien saya. Jadi dari CCTV sudah diamankan. Bukti-bukti dan saksi juga sudah kita amankan. Dan kita juga sudah memperlihatkan ke petugas SPKT Polda Metro Jaya," lanjut Machi Achmad.

Akibat dugaan penganiayaan tersebut, Andry Hakim mengalami luka pada bibir dan memar di tangan.

"Setelah saya profilling saudara AM ini berprofesi sebagai sutradara dan pernah juga melahirkan beberapa film," ucap Machi Achmad.

Pihaknya mengaku memiliki bukti-bukti yang cukup dalam kasus ini. Menurut Machi, pihaknya akan menunggu beberapa pekan guna pemanggilan klarifikasi terlapor. 

"Yang sangat saya sayangkan pacar AM ini yakni AR dia mengancam klien saya untuk menghabisi hidup klien saya melalui WA. Jadi selain KUHP di sini ada UU ITE juga. Biar nanti pihak kepolisian yang menentukan," kata Machi Achmad.

"Yang dilaporkan dua orang yakni saudara AM dan saudari AR yang juga mengancam lewat WhatsApp. Stop bullying dan kekerasan atau akan ada konsekuensi hukumnya," lanjutnya. 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



3

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in