Diancam Kepala Badan Antariksa Rusia, Elon Musk Siap Mati

Nusantaratv.com - 10/05/2022 10:10

Elon Musk. (Net)
Elon Musk. (Net)

Penulis: Mochammad Rizki

Nusantaratv.com - Bos perusahaan teknologi Elon Musk, siap mati usai diancam Dmitry Rogozin, Direktur Roscosmos, badan antariksa Rusia.

Rogozin mengancam Musk karena telah membantu Ukraina. Ini terungkap dari unggahan Musk di Twitter yang isinya catatan Rogozin yang dikatakan sudah dikirim ke media Rusia. Catatan tersebut mengklaim peralatan satelit internet Starlink dari SpaceX telah dikirim militer Amerika Serikat ke angkatan laut Ukraina dan Batalyon Azov.

"Dengan demikian, Elon Musk terlibat dalam memasok pasukan fasis di Ukraina dengan peralatan komunikasi militer," tulis Rogozin yang diterjemahkan di unggahan Musk.

"Dan untuk ini, Elon, Anda akan dimintai pertanggungjawaban seperti orang dewasa, tidak peduli seberapa banyak kamu akan berpura-pura bodoh," imbuhnya.

Ucapan itu nampaknya sebuah ancaman. Meski begitu, Musk kelihatannya tidak terlalu mengkhawatirkan keselamatannya. Sebab, Rogozin juga terkenal dengan gertakan dan ucapan hiperbolanya.

"Jika aku mati dalam keadaan misterius, rasanya menyenangkan mengenal Anda," cuit Musk kepada 91,8 juta pengikutnya. 

Musk dan Rogozin pernah bersitegang pada 2014, yakni ketika Rogozin mengatakan bahwa AS harus menggunakan trampolin untuk membawa astronautnya ke stasiun luar angkasa (ISS). Itu terjadi karena saat itu AS sepenuhnya bergantung pada pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia untuk misi orbit berawak.

Pada Mei 2020, SpaceX mengakhiri ketergantungan itu ketika meluncurkan dua astronaut NASA ke ISS dalam misi Demo-2 yang bersejarah. Tepat setelah peluncuran itu, Musk mengirimkan balasan kepada Rogozin, 'Trampolinnya berfungsi!'.

SpaceX, Musk, dan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat telah terbuka tentang pengiriman terminal Starlink ke Ukraina. Pengiriman itu bertujuan membantu Ukraina mempertahankan beberapa infrastruktur komunikasi selama invasi Rusia.

Pejabat Ukraina meminta peralatan itu pada akhir Februari, tak lama setelah invasi dimulai. Sejak saat itu, laporan masalah konektivitas terus terjadi di Ukraina.

Mengutip Fortune, Wakil Perdana Menteri Ukrsuba Myjhaioo Fedorov mengatakan Starlink memiliki sekitr 150 ribu pengguna aktif per hari di Ukraina.

0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in