Nusantaratv.com - Presiden Prabowo Subianto secara resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Bandar Lampung, Rabu, 10 Maret 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya peran HIPMI sebagai organisasi yang menaungi para pengusaha muda dengan semangat kebangsaan.
Menurut Presiden, nasionalisme merupakan fondasi utama bagi kemajuan sebuah negara, termasuk dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
"Saudara-saudara HIPMI sebagai wadah pengusaha muda adalah wadah yang sangat penting. Dan lahirnya HIPMI dengan wawasan nasionalisme sebagaimana diutarakan adalah sangat penting. Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme, sebetulnya tidak ada. Bahkan embahnya kapitalisme, guru-guru kapitalisme sekalipun mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa datang dengan nasionalisme," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengutip pemikiran Profesor Liah Greenfeld melalui bukunya, "The Spirit of Capitalism".
Dia menjelaskan, teori ekonomi modern menunjukkan pertumbuhan ekonomi tidak terjadi secara otomatis, melainkan membutuhkan dorongan dan pemeliharaan melalui semangat nasionalisme yang kuat.
"The sustained growth characteristic of modern economy. Jadi, karakteristik, sifat dari ekonomi modern is not self-sustained. Tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya. Growth, pertumbuhan, di-stimulasi, dan di-pertahaman oleh nasionalisme. Ini adalah guru kapitalisme. Jadi, Jepang maju, Amerika maju, Eropa Barat maju, Tiongkok bangkit sekarang. Karena nasionalisme. Jadi, HIPMI tadi disampaikan oleh tokoh-tokoh, napas lahirnya adalah nasionalisme," ungkap Presiden.
Prabowo kemudian mengajak seluruh anggota HIPMI dan pelaku ekonomi nasional untuk melakukan introspeksi terhadap sistem ekonomi yang saat ini dijalankan Indonesia.
Dia menilai masih banyak tantangan yang harus dijawab agar sistem ekonomi nasional benar-benar berpihak pada kepentingan bangsa.
"Marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri. Apa benar-benar sistem ekonomi kita sudah berdasarkan nasionalisme? Marilah kita tanya kepada diri kita sendiri. Marilah kita lihat dengan mata dan hati yang terbuka. Dan kalau kita lihat dengan mata dan hati yang terbuka, kita akan sadar bahwa sistem ekonomi yang dijalankan sekarang ini penuh dengan tantangan-tantangan. Penuh dengan pertanyaan-pertanyaan," tambah Kepala Negara.

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Istimewa)
Selain menyampaikan pandangan mengenai nasionalisme dan ekonomi, Prabowo juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada HIPMI yang bertepatan dengan hari pelaksanaan Munas XVIII.
Dalam suasana santai, Presiden sempat melontarkan candaan mengenai angka delapan yang menurutnya sering muncul dalam berbagai momen penting kehidupannya.
"Saya diberitahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun HIPMI, tanggal 10 Juni 2026. Ini kalau dijumlain angkanya ini angka baik, 10 Juni, Juni kan bulan ke-6 ya. Jadi kalau 1 tambah 6 7, 7 sama 10 17, 1 sama 7 8. Makanya angka 8 itu angka selalu melekat sama saya. Makanya benar-benar sepertinya saya sama HIPMI agak cocok begitu dari dulu. Karena saya kenal tokoh-tokoh HIPMI hampir semuanya. Kelakuannya sudah saya kenal semuanya itu juga. Jadi jangan macam-maceam aku sudah tahu kelakuanmu semua. Gelagatnya pun sudah saya tahu," ujar Prabowo yang disambut gelak tawa peserta Munas.
Lebih lanjut, Presiden memberikan apresiasi kepada HIPMI atas kontribusinya selama ini dalam mencetak banyak tokoh penting di berbagai bidang, baik sebagai pelaku usaha maupun pemimpin nasional.
Dia berharap organisasi tersebut terus menjadi wadah lahirnya generasi pemimpin ekonomi yang mampu membawa Indonesia menuju kemajuan yang lebih besar di masa mendatang.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh