Nusantaratv.com-Danantara tengah menjalankan 26 proyek hilirisasi strategis nasional dengan total nilai investasi mencapai Rp225 triliun. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri sekaligus diproyeksikan membuka 37.833 lapangan kerja.
Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan hilirisasi tidak hanya berorientasi pada besarnya investasi, tetapi juga diharapkan memberi dampak langsung terhadap perekonomian daerah dan masyarakat.
“Tidak hanya menghasilkan investasi, hilirisasi ini juga menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi daerah dan membuat nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” kata Dony Oskaria dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.
Pelaksanaan proyek dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama diawali dengan peletakan batu pertama pada 6 Februari 2026. Fase ini mencakup enam proyek prioritas yang tersebar di 13 lokasi dengan nilai investasi sebesar Rp109 triliun. Dari proyek tersebut diperkirakan akan tercipta 11.456 lapangan kerja.
Selanjutnya, tahap kedua dimulai melalui groundbreaking pada 29 April 2026. Pada fase ini terdapat 10 proyek prioritas yang berlokasi di 13 titik dengan total investasi Rp116 triliun dan diproyeksikan menyerap sekitar 26.377 tenaga kerja.
Menurut Dony, keberhasilan program hilirisasi harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Hilirisasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian nasional, tidak hanya dari sisi investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat,” ucap Dony, dikutip dari Antara.
Ke-26 proyek tersebut mencakup pengembangan berbagai komoditas strategis. Di sektor pertambangan, proyek meliputi pembangunan smelter aluminium, baja nirkarat, dan tembaga. Sementara di sektor energi dan pangan, pengembangannya mencakup fasilitas produksi bioavtur, bioetanol, pengolahan kelapa sawit, industri kelapa, hingga peternakan ayam yang terintegrasi.
Danantara menegaskan percepatan proyek hilirisasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat fondasi industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Investasi yang dijalankan juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, menciptakan peluang kerja baru, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh