Nusantaratv.com - CEO Samsung Display, pemasok untuk Apple dan Samsung Electronics, memperingatkan konflik Iran yang memicu lonjakan harga minyak dunia berpotensi meningkatkan biaya energi dan bahan baku bagi industri teknologi global.
Presiden sekaligus CEO Samsung Display, Chung Yi, mengatakan kenaikan harga minyak yang cepat akan menambah tekanan pada industri teknologi yang saat ini sudah menghadapi kenaikan harga chip semikonduktor.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa berdampak pada meningkatnya biaya produksi berbagai perangkat elektronik seperti ponsel, komputer pribadi (PC), hingga gadget lainnya.
"Ketika harga minyak naik, harga bahan baku juga ikut meningkat," ujar Chung Yi, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (12/3/2026).
Dia menjelaskan, banyak material penting dalam industri layar dan elektronik, seperti film dan komponen tertentu, berasal dari turunan minyak mentah.
Karena itu, fluktuasi harga energi global akan langsung memengaruhi biaya produksi.
"Jika kondisi ini terus berlanjut, saya memperkirakan beban biaya bagi industri akan menjadi jauh lebih besar," tambahnya.
Samsung Display sendiri merupakan anak perusahaan dari Samsung Electronics yang memproduksi panel layar datar.
Produk perusahaan ini digunakan dalam berbagai perangkat populer, termasuk iPhone dan MacBook milik Apple serta smartphone dari Samsung Electronics.
Lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik dikhawatirkan dapat memperpanjang tekanan biaya di sektor teknologi, yang pada akhirnya berpotensi berdampak pada harga perangkat elektronik di pasar global.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh