Nusantaratv.com-Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan bahwa kekuatan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tercermin dari nilai kapitalisasi pasar gabungan yang mencapai Rp1.100 triliun.
Menurut Rosan, nilai tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total kapitalisasi pasar seluruh perusahaan yang tercatat di Indonesia. Besarnya angka itu menunjukkan peran strategis Himbara dalam menopang sistem keuangan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
"Dengan kapitalisasi pasar gabungan sekitar Rp1.100 triliun, Himbara memiliki kapasitas yang sangat besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mendukung berbagai program pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah," ujar Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, besarnya kapitalisasi pasar tersebut menempatkan Himbara sebagai salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Karena itu, bank-bank pelat merah tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan, tetapi juga berperan sebagai instrumen pembangunan yang mampu memperluas akses ekonomi bagi masyarakat.
Rosan menuturkan, Presiden Prabowo Subianto berharap Himbara dapat menjangkau lebih banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Dengan demikian, pembiayaan yang disalurkan dapat memberikan dampak nyata terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi.
“Peran Himbara tidak hanya diukur dari pencapaian laba, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka akses dan kesempatan yang setara bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM hingga sektor usaha yang lebih besar,” ucap Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menilai Himbara memiliki posisi yang sangat strategis untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah. Dengan kapasitas yang dimiliki, bank-bank BUMN diharapkan mampu menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi sekaligus memperluas inklusi keuangan di berbagai sektor.
Sementara itu, pengamat perbankan Moch. Amin Nurdin menilai peran Himbara semakin kuat setelah hadirnya Danantara Indonesia sebagai pengelola BUMN. Menurutnya, koordinasi yang lebih terintegrasi memungkinkan program-program pemerintah dijalankan secara lebih efektif.
“Di bawah koordinasi Danantara dan arahan Presiden (Prabowo Subianto), terdapat penguatan sinergi antarlembaga perbankan negara sehingga fungsi intermediasi Himbara semakin selaras dengan agenda pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah," katanya.
Meski demikian, Amin mengingatkan pentingnya menjaga tata kelola perusahaan dan manajemen risiko di tengah semakin besarnya peran yang diemban Himbara. Perluasan penugasan dan peningkatan volume bisnis, kata dia, harus diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.
“Tantangan terbesar Himbara ke depan bukan semata mengejar pertumbuhan kredit, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas, didukung manajemen risiko yang kuat, serta mampu menjaga profitabilitas secara berkelanjutan," tutur Moch. Amin Nurdin.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh