Cegah Peredaran Gelap Narkotika, Setjen DPR Gelar Sosialisasi P4GN

Nusantaratv.com - 26/09/2022 15:06

Kepala Biro Umum Setjen DPR RI Rudi Rochmansyah saat menjadi pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika di selasar Gedung Nusantara DPR RI. (Jaka/nvl)
Kepala Biro Umum Setjen DPR RI Rudi Rochmansyah saat menjadi pembicara dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika di selasar Gedung Nusantara DPR RI. (Jaka/nvl)

Penulis: Adiantoro

Nusantaratv.com - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di selasar Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Senin, (26/9/2022). 

Kepala Biro Umum Setjen DPR RI Rudi Rochmansyah mengatakan, kegiatan ini menjadi upaya menyelaraskan pemahaman mengenai obat-obatan terlarang dan cara mencegahnya kepada seluruh pegawai di lingkungan Setjen DPR RI.

"Agenda hari ini dalam rangka untuk menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika, atas dasar itu kami dari Sekretariat Jenderal DPR RI tentu berupaya ingin melakukan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya narkoba, mengingat bahwa pemberantasan narkoba ini tidak cukup hanya dilakukan secara represif atau pemberantasan tetapi kami melihat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba itu perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi," jelas Rudi.

Selain sosialisasi, dilakukan juga tes urine bagi seluruh aparatur sipil negera (ASN) di lingkungan Setjen DPR RI. Tes urine ini bersifat wajib dalam rangka menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 dan juga untuk menjamin agar semua pegawai terbebas dari penyalahgunaan narkotika. 

"Dalam rangka melakukan kegiatan sesuai yang diamanatkan Instruksi Presiden, maka ada lima kegiatan yang diamanatkan. Pertama, kementerian atau lembaga melakukan sosialisasi. Kedua, melakukan tes urine. Ketiga, membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti narkoba. Keempat, membuat regulasi di lingkungannya, dan kelima, merumuskan kurikulum untuk kegiatan-kegiatan bimtek," terang Rudi.

Lebih lanjut, dia mengatakan, ke depan akan dibuat Penggiat ataupun Satgas sesuai Inpres Nomor 2 tahun 2020, agar program ini bisa terus berkelanjutan. "Di Setjen DPR RI sendiri baru akan dibuat Satgas, tentu nanti kami akan berkoordinasi sesuai dengan arahan pimpinan dan juga nanti akan berkoordinasi dengan semua Biro (unit kerja) yang ada di Setjen DPR RI," tambah Rudi.

Dalam kegiatan ini, turut hadir Direktur Peran Serta Masyarakat BNN Brigjen Richard Nainggolan. Jenderal bintang satu ini berkomitmen melaksanakan sosialisasi P4GN pada lingkup pemerintahan. Menurutnya, lingkungan pemerintahan harus bebas dan bersih dari narkotika. 

"Tentu kita akan melakukan upaya-upaya bukan hanya tes urine saja, kita melakukan pemeriksaan, melakukan asesmen, pemeriksaan ke lab, dan tentu kalau ternyata memang hasil lab dan juga hasil asesmen menunjukan ada yang menyalahgunakan narkotika tetap kita menyarankan untuk dilakukan rehabilitasi kepada yang bersangkutan," papar Richard.

Di akhir, Richard berharap kegiatan-kegiatan deteksi seperti ini bisa dilakukan terus-menerus, dan nantinya bisa dilakukan berkelanjutan dengan Satgas ataupun penggiat P4GN yang ada. 

"Tadi saya sudah koordinasi dengan Karo Umum, nantinya mungkin di sini akan dibentuk Penggiat, sehingga keberlanjutan ini bisa dilakukan oleh Penggiat, tentu bekerjasama dengan BNN. Ini memang harus terus menerus, karena kalau untuk melawan narkoba ini tidak bisa kita berhenti atau setengah-setengah harus terus-menerus seperti yang dilakukan oleh Setjen DPR RI ini merupakan hal positif dan berkelanjutan," tutup Richard. 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in