Nusantaratv.com - BYD Seal mulai menguji teknologi bantuan mengemudi terbaru sebagai bagian dari strategi perusahaan mengurangi ketergantungan pada chip Nvidia.
Pengujian dilakukan menggunakan sistem Horizon Super Drive 2.0 yang dikembangkan bersama Horizon Robotics.
Berdasarkan laporan IT Home yang dikutip oleh CarNewsChina pada Senin (29/6/2026), menyebutkan Ketua BYD Wang Chuanfu bersama CEO Horizon Robotics Yu Kai telah menjajal langsung perangkat lunak tersebut.
Sistem ini menghubungkan kamera kendaraan dengan pengontrol domain pusat untuk meningkatkan kemampuan berkendara cerdas.
Di saat yang sama, BYD juga tengah mengembangkan chip buatannya sendiri, Xuanji A3 berteknologi 4 nanometer dengan performa hingga 700 TOPS.
Meski begitu, chip ini baru dijadwalkan digunakan pada mobil premium Denza mulai 2027, sehingga BYD masih mengandalkan pemasok eksternal untuk menjaga kelancaran produksi.
Strategi tersebut dinilai mampu memangkas biaya produksi sekitar 1.500 hingga 4.000 yuan per kendaraan.
Efisiensi ini memungkinkan BYD menghadirkan fitur mengemudi pintar pada lebih banyak model tanpa mengorbankan margin keuntungan.
Sebelumnya, pemasok chip telah mengirimkan sekitar 2,5 juta prosesor untuk mendukung teknologi bantuan mengemudi BYD.
Langkah ini memastikan produksi kendaraan tetap berjalan stabil selama masa transisi menuju chip internal.
Berdasarkan data pasar domestik hingga April, Nvidia masih memimpin pasar chip pengontrol domain kendaraan penumpang dengan pangsa 50,9% atau lebih dari 300 ribu unit.
Sementara itu, Horizon Robotics menguasai 13,6% pasar dengan pengiriman lebih dari 80 ribu unit.
Melalui pengujian teknologi terbaru di BYD Seal, perusahaan berupaya memperkuat sistem berkendara cerdas sekaligus mempersiapkan transisi menuju penggunaan chip buatan sendiri di masa depan.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh