Nusantaratv.com-Badan Riset dan Inovasi Nasional memanfaatkan momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) untuk mendorong kebangkitan epistemik agar Indonesia mampu bertransformasi dari konsumen menjadi produsen ilmu pengetahuan global.
Kepala BRIN Arif Satria dalam kegiatan pengukuhan profesor riset di Jakarta, Kamis, menegaskan bahwa makna kebangkitan nasional bagi lembaga riset tidak hanya sebatas pada perkembangan politik, ekonomi, maupun kemajuan teknologi.
“Mengapa saya katakan sebagai sebuah kebangkitan epistemik? Kebangkitan epistemik itu adalah sebuah kebangkitan cara pandang tentang ilmu pengetahuan. Selama ini kita masuk ke dalam epistemik trap, jebakan epistemik Barat, bahwa ilmu pengetahuan itu netral, ilmu pengetahuan itu adalah teknikal,” kata Arif Satria.
Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat cara pandang baru terhadap ilmu pengetahuan yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan.
Arif menilai pendekatan ilmiah yang terlalu menitikberatkan pada aspek teknokratis tanpa nilai dapat memicu dehumanisasi serta berbagai persoalan sosial dan ekologis di berbagai negara.
“Kita tidak semata-mata harus terus melakukan pendekatan-pendekatan teknokratik tanpa nilai,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Karena itu, para peneliti Indonesia didorong untuk tidak sekadar mengikuti agenda global, melainkan mampu menjadi pengarah riset masa depan dengan memadukan kekuatan logika dan kebijaksanaan.
Menurut Arif, kekuatan hati dan wisdom menjadi elemen penting yang tidak dapat digantikan oleh perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dalam menghasilkan riset yang bersifat transformatif.
Selain itu, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi peneliti ilmu sosial di Indonesia, di mana realitas domestik selama ini lebih sering dipotret peneliti asing menggunakan sudut pandang luar.
Arif menegaskan Indonesia harus memiliki rasa percaya diri untuk memotret realitas bangsanya sendiri dengan memanfaatkan kekayaan budaya serta keanekaragaman hayati yang dimiliki.
Dalam kesempatan itu, Arif turut mengutip pernyataan ilmuwan dunia Albert Einstein yang berbunyi, “once you stop learning you start dying” atau “begitu kamu berhenti belajar, kamu mulai mati.”
“Jadi, shifting dari konsumen pengetahuan menjadi produsen pengetahuan. Itulah yang pesan yang harus saya sampaikan, dan model bagi kita untuk menjadi produsen pengetahuan,” ucap Arif Satria.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh