Nusantaratv.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menerima dana ratusan miliar rupiah guna mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tepatnya, BPOM akan menerima Rp509 miliar, yang anggarannya telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Menurut Kepala BPOM Taruna Ikrar, awalnya anggaran yang diajukan senilai Rp1,2 triliun.
"Begini ya, sebetulnya anggaran yang ada Rp509 miliar itu, itu anggaran yang memang diusulkan oleh Badan POM. Seingat saya itu Rp1,2 triliun khusus untuk pengawalan makan bergizi gratis. Tapi akhirnya yang disetujui Rp 509 miliar," ujar Taruna usai rapat dengan Komisi IX DPR RI, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Taruna mengatakan, nilai itu di luar anggaran untuk operasional BPOM lainnya. Sementara untuk pengawasan MBG, kata dia, sudah bagian dari tugas BPOM.
"Salah satu tusi Badan POM itu adalah tentu pengawalan keamanan pangan. Dan pengawalan keamanan pangan yang salah satunya menjadi program prioritas presiden adalah makan bergizi gratis," tuturnya.
Nantinya, teknis pengawasan dari BPOM seperti menarik sampel dari wilayah yang rawan keracunan. Apabila sudah ada kasus keracunan, maka BPOM akan melakukan mitigasinya.
"Harapan kita tidak terjadi kejadian luar biasa, yaitu keracunan makanan bagi anak-anak kita. Yang kedua, kalau terjadi, kita bisa cepat menelusuri untuk terjadinya mitigasi supaya tidak terjadi lagi," tandasnya.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh