Nusantaratv.com - BMW M semakin serius memasuki era elektrifikasi. Divisi performa tinggi BMW tersebut tengah menyiapkan M3 bertenaga listrik yang akan hadir berdampingan dengan M3 bermesin pembakaran internal (ICE).
Mobil yang sebelumnya diperkenalkan dalam bentuk M Concept Neue Klasse itu diperkirakan meluncur dalam versi produksi pada tahun depan.
Meski kehadirannya bertepatan dengan semakin ketatnya regulasi emisi, BMW M menegaskan mobil listrik tersebut bukan dibuat semata-mata untuk memenuhi aturan.
Bos BMW M, Frank van Meel, mengatakan pihaknya menghadirkan M3 listrik karena memang melihat potensi besar dari teknologi elektrifikasi.
BMW ingin memberikan pelanggan kebebasan memilih antara mobil performa tinggi bertenaga listrik atau tetap menggunakan mesin pembakaran.
"Kami melakukan ini bukan karena harus dilakukan, tetapi karena kami yakin Anda dapat membangun mobil yang cepat dan bahkan lebih baik dengan cara ini," ujar van Meel kepada Motor1, seperti dikutip dari Carscoops, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, waktu peluncuran juga menjadi faktor penting. BMW M hanya akan menghadirkan mobil listrik apabila teknologi tersebut mampu memberikan pengalaman berkendara yang sesuai dengan karakter khas M.
Andalkan Platform Neue Klasse
Salah satu kunci pengembangan M3 listrik adalah platform Neue Klasse milik BMW. Arsitektur ini dirancang sejak awal untuk kendaraan listrik sehingga BMW M tidak perlu memodifikasi platform lama agar mampu menampung baterai berkapasitas besar dan sistem penggerak listrik berperforma tinggi.
BMW M berencana menggunakan konfigurasi empat motor listrik yang memungkinkan pengendalian torsi secara individual pada setiap roda. Sistem tersebut dipadukan dengan torque vectoring, unit kontrol terpusat, serta perangkat lunak khusus yang dikembangkan BMW M.
"Mobil tersebut harus terasa seperti M," tegas van Meel.
Pendekatan ini menjadi penting karena BMW M tidak ingin sekadar membuat mobil listrik dengan tenaga besar. Karakter, respons, dan sensasi berkendara khas BMW M tetap menjadi prioritas.
BMW M3 Listrik Tetap Berdampingan dengan Mesin Pembakaran Internal
Kehadiran M3 listrik juga tidak berarti BMW M akan meninggalkan mesin pembakaran. Van Meel menegaskan perusahaan masih berkomitmen terhadap mesin enam silinder dan delapan silinder.
BMW M juga tidak ingin menentukan jenis mobil yang harus dipilih pelanggan. Konsumen nantinya tetap memiliki pilihan antara mobil listrik berperforma tinggi dan model dengan mesin pembakaran internal.
"Kami tidak menentukan untuk pelanggan kami apa yang harus mereka kendarai," kata van Meel.
Konsep M3 listrik mengadopsi bahasa desain dari keluarga Neue Klasse, tetapi mendapatkan sentuhan khas BMW M.
Beberapa ubahan mencakup fender yang lebih lebar, bumper agresif, velg khusus, serta kap mesin dengan desain berbeda. Versi produksi diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari konsep yang telah diperkenalkan.
Tenaga Diprediksi Tembus 1.000 HP
BMW M telah mengonfirmasi penggunaan empat motor listrik pada konsep tersebut. Meski angka tenaga resmi belum diumumkan, M3 listrik diperkirakan menghasilkan tenaga sekitar 700 hingga 1.000 hp.
Jika angka tersebut terealisasi, BMW M3 listrik akan menjadi salah satu sedan performa paling bertenaga yang pernah diproduksi BMW.
BMW diperkirakan memperkenalkan M3 listrik versi produksi pada 2027. Model ini akan menjadi salah satu langkah terbesar BMW M dalam memasuki era elektrifikasi, sekaligus mempertahankan pilihan mesin pembakaran bagi konsumen yang masih menginginkan sensasi berkendara konvensional.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh