Bharada E Ngaku Sendirian Tembak Brigadir J, Karena Takut dengan Irjen Sambo

Nusantaratv.com - 14/08/2022 21:44

Bharada E. (JPNN)
Bharada E. (JPNN)

Penulis: Yusuf

​​​​Nusantaratv.com - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, sempat mengaku sebagai penembak tunggal Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, hingga akhirnya tewas. Ia kemudian mengaku diperintah atasannya, Irjen Ferdy Sambo, setelah diberitahu ancaman hukuman dan risiko lainnya yang ia terima akibat pengakuan awalnya itu. 

"Selepas magrib, sekitar pukul 18.30 WIB, seorang petinggi Mabes Polri mengajak Richard berbicara dari hati ke hati. Ia menjelaskan bahwa Richard terancam hukuman setidaknya 15 tahun penjara jika tak menyampaikan kejadian sebenarnya di rumah dinas Ferdy Sambo," demikian laporan Majalah Tempo, dikutip Minggu (14/8/2022). 

"Petinggi ini mengingatkan karier Richard di kepolisian dan orang tuanya jika ia masuk penjara," imbuhnya. 

Setelah itu, Bharada E disebut mulai goyah. Usai terdiam, ia meminta didatangkan perwira tinggi paling senior di Mabes Polri. Ia juga meminta izin menelepon orang tuanya. Selesai bertelepon, kepada seorang jenderal yang menemuinya di ruangan khusus, Richard buka suara. 

"Kepada pemeriksa itu, Richard mengatakan ia mendengar suara tembakan di lantai bawah ketika tengah berada di lantai dua. Saat menuruni tangga, ia melihat Ferdy Sambo sedang memegang pistol di samping tubuh Brigadir Yosua yang terkapar bersimbah darah. Saat melihatnya, ujar Richard kepada pemeriksa itu, Ferdy Sambo memintanya mengaku sebagai pelaku penembakan Yosua," tutur Majalah Tempo. 

Pengakuan Bharada E ini kemudian disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sigit memanggil Bharada E ke ruangannya, karena ia ingin mendengar secara langsung pengakuan Richard tersebut. 

"Listyo ingin mendengar sendiri pengakuan Richard. 'Kenapa di pemeriksaan pertama kamu menyampaikan bahwa kamu yang menembak?' Listyo bertanya," beber Majalah Tempo. 

"Richard mengaku takut kepada Ferdy dan takut terjadi hal yang tak diinginkan karena ia berencana segera menikah," lanjutnya. 

Bharada E lalu menuangkan kronologi pembunuhan Brigadir J ke sebuah tulisan. Ia menulis hingga enam jam. Setelahnya kronologi itu dituangkan ke berita acara pemeriksaan (BAP) dan disumpah. 

Dalam pemeriksaan lanjutan, ia mengaku menembak Brigadir J atas perintah Irjen Sambo. 

"Dia juga menyampaikan bahwa FS ikut menembak," kata Kapolri Sigit, mengutip Majalah Tempo. 

Kini Sambo telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan berencana Brigadir J. Ia juga disebut menyusun skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak antara Bharada E dengan Brigadir J, di rumah dinasnya. 

Selain Sambo, Bharada E, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf juga ditetapkan sebagai tersangka. Sambo terancam hukuman mati. 

"Dari hasil pemeriksaan menurut peran, penyidik menetapkan pasal 340 subsider pasal 338, juncto 55, juncto 56 KUHP," ujar Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8/2022). 

"Ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun," imbuh Agus. 

Dapatkan update berita pilihan terkini di nusantaratv.com. Download aplikasi nusantaratv.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat melalui:



0

Komentar belum ada.
Otentifikasi

Silahkan login untuk memberi komentar.

Log in

Berita Terkait
Presiden AS Joe Biden-1665106711
Ilustrasi-1665102890
Madu-1665107278