Nusantaratv.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan.
"Dari program unggulan, ini (MBG) yang paling atas, karena setiap ada acara dan setiap kegiatan, Presiden Prabowo Subianto senantiasa menyampaikan perihal makan bergizi," ujar Sony dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurutnya, ketika Presiden Prabowo Subianto berulang kali menyinggung program MBG dalam berbagai agenda kenegaraan, hal itu bukan sekadar bentuk kebanggaan terhadap sebuah kebijakan.
Dia menilai terdapat nilai fundamental yang berkaitan langsung dengan masa depan generasi bangsa.
Karena itu, Sony menekankan MBG bukan hanya program distribusi makanan, melainkan langkah strategis yang berdampak luas terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dia mengajak seluruh pelaksana program untuk bekerja dengan rasa bangga dan tanggung jawab penuh. Menurut Sony, setiap individu yang terlibat memiliki peran penting dalam menentukan arah kemajuan bangsa.
"Oleh karena itu, kita duduk di sini harus penuh dengan kebanggaan. Saya berdiri di sini sangat bangga karena saya berada pada titik kegiatan yang bisa berpengaruh dan mempunyai spektrum yang sangat luas dalam menentukan bangsa Indonesia ke depan. Kita harus bangga," katanya.
Dalam konsolidasi bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Provinsi Lampung pada Sabtu, 14 Februari 2026, Sony mengajak seluruh pihak memperkuat komitmen agar pelaksanaan MBG berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Transmigrasi Provinsi Lampung Saeful turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam implementasi program tersebut di daerahnya.
"Apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang ada di Provinsi Lampung, mulai dari BGN, pemerintah daerah, mitra, yayasan, dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang turun langsung untuk menyukseskan program MBG di Lampung," ujarnya.
Hingga Selasa, 10 Februari 2026, di Provinsi Lampung telah terbentuk sekitar 1.007 SPPG dengan cakupan kurang lebih 2,7 juta penerima manfaat.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, ketersediaan bahan pangan dinilai relatif aman, harga terpantau stabil, serta distribusi makanan mayoritas berjalan sesuai ketentuan.
(Sumber: Antara)




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh