Nusantaratv.com-Nusantara TV bekerja sama dengan Center for Strategic and Worldwide Management Universitas Indonesia (CSWM UI) menganugerahkan penghargaan Education Equity and Transformation Leadership Award kepada Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PAUD Dikdas dan PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI pada ajang Nusantara Awards 2026.
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Nusantara TV, Randy Monthonaro Tampubolon, kepada Direktur Jenderal PAUD Dikdas dan PNFI, Gogot Suharwoto.
"Bersama ini kami menyerahkan Nusantara Award 2026 kepada Pak Gogot Suharwoto selaku Dirjen PAUD Pendidikan Dasar dan PFNI. Kiranya ini adalah apresiasi yang bisa memberikan kemajuan pendidikan di Indonesia. Selamat," kata Randy Tampubolon saat prosesi penyerahan Nusantara Award 2026 kepada Direktur Jenderal PAUD Dikdas dan PNFI, Gogot Suharwoto.
Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja Ditjen PAUD Dikdas dan PNFI dalam mempercepat pemerataan kualitas pendidikan, memperkuat transformasi, serta membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam acceptance speech-nya, Dirjen PAUD Dikdas dan PNFI, Gogot Suharwoto, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada jajaran Nusantara TV serta CSWM UI atas penghargaan tersebut.
Direktur Jenderal PAUD Dikdas dan PNFI, Gogot Suharwoto menerima penghargaan Nusantara Award 2026
Ia menegaskan bahwa jajarannya terus menjalankan amanah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 dalam melakukan revitalisasi satuan pendidikan secara masif.
"Pertama-tama kami sampaikan apresiasi sekali lagi kepada Nusantara TV dan CSWM UI yang telah memberikan Education Equity and Transformation Leadership Award... yang telah menjalankan tugas yaitu Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 dalam rangka memberikan revitalisasi kesatuan pendidikan di seluruh Indonesia," ujar Gogot Suharwoto.
"Amanah dari Bapak Presiden memastikan semua sekolah di seluruh Indonesia akan direhabilitasi paling lambat tahun 2028. Seperti kita ketahui, sampai hari ini kami ditugaskan untuk menyelesaikan tahun 2026 sebanyak 51.000 satuan pendidikan selesai direhap di 31 Desember 2026," lanjutnya.
Gogot menggarisbawahi bahwa program revitalisasi tidak sebatas perbaikan fisik bangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda Indonesia.
"Rehabilitasi bukan hanya membangun sekolah, tetapi membangun masa depan, menciptakan rasa ownership dari semua sekolah di Indonesia bahwa mereka berada di tempat yang aman dan nyaman sehingga mereka bisa tumbuh berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang unggul," tegas Gogot.
Capaian Melampaui Target dan Skema Swakelola Gotong Royong
Pada tahun anggaran 2025, Kemendikdasmen mencatatkan pencapaian signifikan dengan menyelesaikan revitalisasi 16.167 sekolah dari target awal 10.440 sekolah—meningkat sekitar 54% dari target semula.
Memasuki tahun 2026, skala intervensi dinaikkan menjadi 51.744 satuan pendidikan dengan dukungan alokasi anggaran mencapai Rp49,07 triliun.
Keberhasilan melampaui target sasaran tersebut salah satunya didorong oleh penerapan mekanisme swakelola secara transparan dan efisien.




Sahabat
Ntvnews
Teknospace
HealthPedia
Jurnalmu
Kamutau
Okedeh